Foto: AW alias Angga.(Foto: Ist)
'Eksekutor' Astry Sempat Miliki Akun DOTA 'God Is Not Brain'
Tomohon, ME
Skenario pembunuhan sadis yang diperankan AW alias Angga terhadap Astry, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Parakletos Tomohon yang ditemukan tewas mengenaskan di kompleks Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon, mendapat tanggapan berbagai pihak.
Kepada manadoexpress.co, Jumat (6/2), teman korban Ces (nama samaran) menuturkan, tipikal Angga sepengetahuannya sangat labil. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ia sempat melakukan aksi nekat menyakiti dirinya sendiri.
"Kami teman dekat saat dia SMA. Banyak hal yang kami lakukan bersama. Ia sangat pendiam, bahkan sering diejek teman-teman. Seringkali dia dipukul, namun tidak membalas. Sepengetahuan saya juga, waktu itu, dia pemakai obat terlarang," kata Ces.
Ia menuturkan, dalam sejumlah perlombaan game DOTA (Permainan menggunakan komputer, red), Angga sering masuk timnya. Bahkan dari sejumlah ajang pertandingan di Manado, tim mereka sering menjadi pemenang. "Kami sering dalam satu tim. Dalam permainan DOTA (Defense of the Ancients), ia memiliki keunikan khusus, seperti strategi menghabisi lawan. Angga Tak memperhatikan level permainan. Yang pasti tujuannya menghabisi lawan bisa tercapai," aku Ces.
"Kadang dalam permainan, untuk memusnahkan lawan, ia diam dan bersembunyi di hutan. Nanti saat lawannya terlihat, langsung dihabisi. Beda dengan strategi kami saat itu, yang aktif mengumpulkan tenaga baru menyerang. Sungguh strategi yang aneh," ungkapnya.
Belum lagi akun yang sering digunakannya, seola-ola menyalahkan Tuhan. "Contoh akun yang digunakannya seperti God is not brain. Anda tahukan artinya," jelas Ces
"Ada juga akun lain yang seola-ola merendahkan Pencipta," jelasnya.
Ia tak menampik jika AW alias Angga pernah dirawat rumah sakit jiwa, bahkan dia pernah dikurung dalam rumah hampir dua tahun." Itu sepengetahuan saya. Makanya dia sempat menghilang untuk kurun waktu yang cukup lama," sebut Ces.
Namun, ia tak menampik jika Angga adalah teman yang baik. Bersikap ramah dan toleransi terhadap teman.
"Yang saya heran, kenapa dia bertindak nekat seperti itu," ujarnya sambil mengaku mendukung penuh proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.(micky ratag)



































