Foto: Ilustrasi Banjir.
250 Rumah Terendam di Maen
Banjir ‘Hantam’ Minut
Likupang, ME
Curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), berdampak buruk bagi warga Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Ratusan rumah warga terendam. Imbasnya, kerugian materil diperkirakan cukup besar akibat bencana ini.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Petrus Macarau mengatakan, air mulai naik sekira pukul 14:00 Wita di Desa Maen dan musibah banjir itu terjadi. Setelah mendapat informasi banjir itu, pihak BPBD langsung menghubungi Basarnas dan Pemprov meminta bantuan perahu karet untuk melakukan evakuasi terhadap korban bencana banjir itu.
Sedikitnya, ada ratusan rumah yang terendam di sekitar kampung baru Desa Maen dan menimbulkan kerugian materil yang besar. "Untung saja musibah banjir itu tidak ada korban jiwa, dan warga sudah dievakuasi di balai desa dan rumah-rumah ibadah," ungkapnya.
Lanjut kata Macarau, banjir juga terjadi di Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur.”Di Desa Naen Kecamatan Wori terjadi bencana banjir, tapi air disitu sudah mulai surut. Kami berharap musibah ini cepat selesai sebab hujan sudah mulai berhenti dan pemerintah akan terus mengirimkan bantuan," tuturnya.
Di satu sisi Camat Likupang Timur Stevi Watupongoh menjelaskan, bencana banjir yang menimpa Desa Maen itu cukup besar, sebab ada tanggul Maen yang jebol. Sehingga arus besar terjadi dan menghantam sekitar 250 rumah tenggelam dengan ketinggian air mencapai 1.5 meter. "Perahu karet dari provinsi sudah ada yang tiba, dan terus dilakukan proses evakuasi," jelas Camat, semalam.
Selain itu juga bencana banjir menimpa Desa Rinondoran yang menenggelamkan 70 rumah, Desa Kampung Ambon dan Desa Likupang I, sekitar 20-an rumah. "Kalau desa-desa itu terkena banjir akibat merupakan daerah aliran sungai, dan pemerintah terus melakukan pemantauan sambil melakukan evakuasi," tandasnya. (risky pogaga)



































