Foto: Nampak salah satu atap DPRD Boltim yang bocor di saat musim penghujan tiba. (foto:Ismail batalipu)
Wakil Rakyat Boltim Tuding Ada Pembiaran Pemerintah
Bahas Persoalan Rakyat di Bawah Atap Bocor
Tutuyan, ME
Musim penghujan yang melanda Bumi Totabuan hingga hari ini, tampaknya turut dirasakan para legislator Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Mereka terpaksa harus ‘bermain air’ di saat mengerjakan berbagai agenda rakyat. Eksekutif jadi sasaran tembak. Dituding melakukan pembiaran sehingga kondisi memprihatinkan itu terjadi.
Para anggota DPRD Boltim mengaku merasa risih dalam mengerjakan tugas sehari-hari di musim penghujan ini. Gedung yang menjadi kantor 'sejuta persoalan', mulai dari kesejahteraan, kemajuan rakyat dan daerah itu, dihiasi tetesan air ketika hujan turun.
Rasa kesal menyelimuti para wakil rakyat. Ketua DPRD Boltim, Sachrul Mamonto, pun meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim, agar kebocoran atap kantor mereka itu bisa diperbaiki. “Ini bisa mengganggu kinerja kami, apalagi saat mengadakan hearing atau pembahasan-pembahasan bersama Pemda, SKPD ataupun dari pihak swasta lainnya, itu untuk kepentingan daerah,” pintanya.
Diakuinya, seharusnya pada periode baru ini, 20 legislator Boltim sudah bisa menempati gedung DPRD yang sedang dibangun sekarang. “Kami sangat menyayangkan dengan sikap Pemda yang terkesan melakukan 'pembiaran' terhadap mitra kerja (legislatif,red), dimana kami sekarang menempati gedung yang dinilai sudah tidak layak dihuni lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada rapat kerja DPRD Boltim bersama pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) perwakilan Provinsi Sulut, Selasa (3/2), peristiwa menjengkelkan dan memalukan sempat terjadi. Saat hujan, salah satu anggota DPRD yang saat itu sedang berbicara dalam rapat langsung berhenti dan berpindah tempat duduk akibat dibasahi air yang menetes dari atap gedung. (ismail batalipu)



































