Foto: Mapolres Minahasa.
Polres Minahasa Galakan 'Safe House' Dengan Gereja
Manado, ME
Polres Minahasa membuat program kerjasama dengan gereja-gereja yang ada di Minahasa bertajuk 'Safe House'.
Program 'safe house' ini dimaksudkan agar kiranya setiap rumah gereja atau rumah pendeta, pastor, gembala, dijadikan tempat persembunyian dan perlindungan sementara ketika terjadi permasalahan. "Maksud dari Safe House yakni sebagai tempat persembunyian untuk sementara. Jika ada permasalahan, pastori menjadi tempat untuk lari," ujar Selfie Torondek, Kasubag Humas Polres Minahasa.
Surat ini dikeluarkan oleh Polres Minahasa dan diluncurkan ke setiap Polsek. Dari Polsek kemudian diteruskan ke rumah-rumah pimpinan gereja atau dititipkan di setiap Kelurahan. "Program ini dari Polres Minahasa, karena setiap gereja itu ada di wilayah polsek, jadi dikirimkan kemari. Maksud dari program ini agar pastori itu menjadi tempat perlindungan sementara tapi juga konseling," ucap Agus Marsidi, Kapolsek Tondano Utara.
Kasat Pembinaan Masyarakat (Bimas), Hantje Rumagit menambahkan bahwa program 'safe house' ini selain menjadikan pastori atau gereja sebagai tempat perlindungan tapi juga untuk menerima binaan penyelesaian masalah. Rumah Pendeta akan menjadi tempat pelarian aman, ketika seseorang dikejar untuk dianiaya. Sebab menurutnya pemimpin agama menjadi orang yang dihormati di tengah masyarakat Minahasa. Para gembala, pastor atau pendeta nantinya akan mendapatkan berupa pelatihan bagaimana menyelesaikan perkara.
"Safe house ini selain untuk tempat perlindungan, tapi juga untuk mendapat binaan, para pendeta akan nantinya akan mengikuti pelatihan khusus menyelesaikan masalah," ungkapnya.
Kerja sama ini tidak hanya tertuju pada satu gereja saja tapi juga semua denominasi gereja. Baik GMIM, Katolik, Advent, GPDI, dan lainnya. Selain surat tembusan kepada masing-masing pimpinan gereja, Polres Minahasa sudah mulai dengan melakukan lobi ke masing-masing gereja, sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan program ini.
"Kerja sama ini tidak hanya kepada satu denominasi saja, tapi semua. Kami sudah, menyurat ke masing-masing sinode dan juga melakukan lobi untuk menjelaskan maksud program ini," tambahnya.
Dari surat yang telah dikirim ke masing-masing gereja, sudah ada beberapa polsek yang di dalamnya gereja sendiri, merespon program ini. Rumagit menyampaikan bahwa paling lambat minggu ini akan masuk gereja yang siap untuk dijadikan 'safe house'. Rencananya akan disosialisasikan jumat ini di gereja GMIM Sentrum Tondano. "Sudah ada beberapa polsek yang merespon program ini, paling lambat minggu ini selesai. Rencananya akan disampaikan saat ibadah di gereja Centrum jumat nanti namun nampaknya akan tertunda," ucapnya.
Program ini merupakan gagasan dari Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, untuk memulai kerjasama Mapalus Kamtibmas dengan pihak gereja-gereja tapi juga masyarakat."Ini adalah ide dari Kapolres, kami yang menjalankan program ini," sebut Rumagit. (arfin tompodung)



































