Kosmetik dan Apel Beracun Teror Manado
Manado, ME
Ancaman kesehatan mengintai Manado. Tak higienisnya sejumlah bahan kosmetik dan buah yang dikonsumsi warga jadi pemantik. Temuan Badan Pemeriksa Obat dan Makananan (BPOM) Manado saat inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa toko memberi sinyal kuat ancaman tersebut.
Sejumlah temuan yang dijual bebas seperti kosmetik ilegal karena mengandung zat beracun mercury. Perdagangannya pun dilakukan di depan Toko Modern dengan memakai kendaraan roda empat.
“Namun bukan itu saja, belum lama ini buah apel mengandung bakteri dan ditemukan di Hypermart, Golden, Multi Departemen Store, Jumbo, Borobudur, Freshmart dan Fiesta,” kata Sukriyadi dari BPOM Manado.
Untuk melaporkan hal tersebut, BPOM mendatangi Komisi D DPRD Manado, Senin (2/2) kemarin. BPOM menyampaikan kondisi terakhir perdaran bahan konsumsi yang meresahkan masyarakat luas.
Ketua Komisi D Apriliano Saerang, bersama sejumlah anggota DPRD Manado meminta pihak BPOM menyampaikan hal-hal yang jadi temuan di lapangan secara terbuka dan berkala. "Kan, selama ini BPOM selalu melaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan sebagai mitra kerja pemerintah dewan atau komisi perlu juga ada penyampaian," kata Saerang.
"Lebih parah untuk produk saos dan kecap Jameson yang kini tesandung kasus dan kini sedang disidangkan di pengadilan," ujarnya seraya menyebut produk lain skrim yang ada temuan di Tuminting, kerupuk Haijin yang sanitasi tak sehat.
Sekretaris Komisi D Sonny Lela, meminta, BPOM segera melakukan koordinasi turun lapangan sekali lagi mengingat banyak ketimpangan produk yang masih beredar luas membahayakan warga. "Ciri-ciri makanan dan sejenisnya sudah ada dan secepatnya turun lapangan akan dilakukan," pungkas Lela.
Dalam Hearing tersebut diikuti pula Wakil Ketua Komisi D Dijana Pakasi, Vanda Pinontaan, Fatma Syech Abubakar, Markho Tampi dan Abdul Wahid Ibrahim.(devy kumaat)



































