Foto: Ollyvia Lumi SSTP MSi. (Foto : Ist)
Guru Honorer Swasta Tuntut Keadilan
Amurang, ME
Guru honorer swasta di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluh. Kejelasan nasib mereka terkesan tak diperhatikan pemerintah setempat. Dambaan untuk mendapatkan perlakuan yang sama seperti halnya guru honor di sekolah negeri tak kunjung diwujudkan.
Hingga kini Pemkab tidak pernah mengangkat ataupun mengontrak mereka sebagai tenaga kontrak layaknya perlakuan yang diberikan kepada guru honor di sekolah negeri.
Dalam posisi ini, Pemkab di nilai telah menganaktirikan mereka. “Padahal tugas kami sebagai guru honor sama seperti para tenaga honor di sekolah negeri," lirih salah satu guru honer swasta yang enggan mempublikasikan namanya.
Dia bersama teman-temannya hanya mengharapkan adanya perlakuan adil dari pemerintah untuk tidak membedakan administrasi guru honor di negeri dan guru honor swasta. "Intinya kami berharap perlakuan yang sama antara guru honor swasta dan guru honor negeri. Jika guru di negeri dijadikan tenaga honor pemkab Minsel, kami juga berharap hal yang sama diberlakukan pada kami," pintanya.
Menjawab keluhan ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel Ollyvia Lumi SSTP MSi mengatakan bahwa untuk tahun 2015 pihak pemerintah akan memberikan sentuhan tambahan bagi para tenaga honorer, baik itu di Negeri atau Swasta. "Sesuai SK Bupati, sentuhan tambahan ini akan di kucurkan bagi tenaga didik khusus SMA/SMK yang di plot dalam APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2015 ini," jelasnya.
Pihaknya lanjut Lumi, akan melakukan verifikasi siapa-siapa yang nantinya akan mendapatkanya. Soal persyaratan, akan di lihat dari lamanya tenaga didik ini menunaikan tanggung jawab sebagai abdi negara. “Program ini memang baru terlaksana di tahun ini. Untuk tahun-tahun sebelumnya belum pernah dilakukan," tandasnya. (revel maliangkay)



































