Poros SBY Sudah Bisa Dilalui

Akses Baru Atasi Kemacetan


Airmadidi, ME

Kemacetan jalur Manado-Bitung sepertinya sudah kronis di masyarakat. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) mencari solusi, untuk mencairkan kemacetan demi menunjang kemajuan pembangunan di Minahasa Utara.

Jalan keluar yang dilakukan pasangan Bupati Drs Sompie Singal MBA dan Yulisa Baramuli SH adalah membangun jalan baru yang diberi nama Poros SBY sebutan Sompie Bersama Yulisa (SBY). Poros SBY sepanjang 20 kilometer dianggap sebagai pelerai kemacetan dari Maumbi sampai Worang By Pass Airmadidi. Jalan SBY dimulai dari wilayah Desa Maumbi kompleks pekuburan Maumbi, melewati wilayah Desa Watutumou, Kolongan, Suwaan, Matungkas, Sukur, Sarongsong sampai tugu Adipura Airmadidi Worang By Pass, kini ramai dilalui  kendaraan bermotor.

Pengendara dari Manado ke Bitung atau sebaliknya memilih jalur ini, karena dianggap jalan alternatif utama untuk lepas dari jebakan macet yang mengular. Selain itu juga, jalur SBY ini akan memberikan pemandangan Gunung Klabat yang indah dan menjulang tinggi ke angkasa. 

Pembangunan sarana infrastruktur jalan SBY dibangun, dengan maksud sebagai jalan alternatif utama jalur Manado-Bitung. Selain itu juga sebagai jalan sentraproduksi masyarakat di wilayah Kecamatan Airmadidi, Kecamatan Kalawat, Kecamatan Dimembe serta Kecamatan Talawaan, bahkan sebagai jalan wisata menuju daerah yang menjadi destinasi pariwisata di Minahasa Utara. Tapi masih ada oknum di masyarakat yang tidak merespon dan memanfaatkan baik pembangunan jalan SBY. Pasalnya, masih ada yang sengaja membuang sampah rumah tangga di sejumlah titik jalan SBY.

Hal ini pastinya akan mengundang kesan negatif bagi pengunjung atau wisatawan yang melewati jalur yang menjadi primadona masyarakat Minahasa Utara. Bupati Drs Sompie Singal MBA mengatakan, kemajuan pembangunan di Minahasa Utara, tak lepas dari partisipasi dan kontribusi masyarakat Minahasa Utara.

Hasil yang dicapai tentunya akan dinikmati bukan hanya rakyat Minahasa Utara, tetapi masyarakat secara keseluruhan bisa menikmati.

“Manfaatkan hasil pembangunan dengan baik. Pembangunan tentunya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Jalan tersebut akan menjadi solusi atasi kemacetan di Minahasa Utara. Marilah jaga dan pelihara. Janganlah membuang sampah di sepanjang jalur tersebut,” kata Singal. (risky pogaga)



Sponsors

Sponsors