Foto: Wagub bersama Kadis Kesehatan Sulut saat melakukan fogging di Kelurahan Paniki Kecamatan Mapanget Manado, Rabu (28/1).
DBD Serang Sulut, Pemprov Pasang Status KLB
Manado, ME
Demam Berdarah Dengue (DBD) hantam Bumi Nyiur Melambai. Dari 257 kasus, tiga warga meregang nyawa. Situasi genting ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), langsung menerapkan status penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB). Warga Sulut dalam bayang-bayang maut.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sulut dr Grace L Punuh, MKes, mengatakan, data terakhir hingga 28 Januari 2015 sekira pukul 15:30 Wita, jumlah kasus DBD telah mencapai 257 kasus. Bahkan, tiga orang telah meninggal dunia, yaitu dua warga Kota Manado serta satu warga Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Terkait penetapan status KLB, jelas dia, merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010.
“Status KLB di daerah ditetapkan karena terjadi peningkatan kejadian secara terus menerus selama tiga kurun waktu dalam jam, hari, atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya,” jelas Punuh.
“Jika dibandingkan dengan data bulan Januari 2014 lalu, kasus DBD di Sulut hanya mencapai 110 kasus,” aku punuh didampingi Kepala Bidang (Kabid) Promkes dr Ingrid Girot, MKes, Kabid PMK dr Hendrik Tairas serta Kepala UPTD Balai Data dan Surveilans dr Devi Tanos, MKes.
Selain itu, penetapan KLB didasarkan pada peningkatan kejadian dua kali atau lebih, dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau pekan menurut jenis penyakitnya.
“Jumlah penderita baru dalam periode waktu satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya jadi kriteria lain,” bebernya.
Jumlah penderita DBD di Januari menunjukkan kenaikan dua kali lipat dibanding tahun lalu. “Bulan Januari tahun lalu, hanya terjadi 110 kasus. Sementara , tahun ini di bulan yang sama naik menjadi 253 kasus. Artinya naik dua kali lipat,” sebutnya.
Dengan ditetapkannya status KLB, kewaspadaan dini dinaikkan menjadi bersifat harian. “Sebelumnya hanya bersifat mingguan, mulai hari ini bersifat harian,” cerocosnya.
Masyarakat diharapkan untuk segera melaporkan ke Posko DBD jika terjadi kasus, agar cepat ditangani. “Posko DBD ada di Dinas Kesehatan Provinsi Bidang PMK (Pengendalian Masalah Kesehatan),” tandasnya.
Untuk menghindari penyebaran virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegipty, masyarakat wajib melakukan pola pencegahan 3M yaitu menutup tempat-tempat air, menguras bak mandi atau ember yang tergenang air serta mengubur barang bekas.
Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, MPd menegaskan, pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, proaktif menggiatkan kegiatan Jumat Pagi Bersih Lingkungan Anda (Jumpa Berlian) bagi warganya. Mengingat, Manado saat menjadi salah satu daerah tertinggi di Provinsi Sulut, terkait kasus penyakit DBD hingga tanggal 28 Januari 2015.
“Bahkan sudah mencapai 81 kasus serta dua orang meninggal dunia karena terjangkit penyakit tersebut,” urai Kansil di sela-sela kegiatan fogging dan pemberian abate kepada warga masyarakat di lingkungan 8, 9 dan 10 Kelurahan Paniki Kecamatan Mapanget Manado, kemarin.
Kesadaran akan kebersihan lingkungan, sebut Kansil, sangat penting dilakukan untuk mencegah timbulnya berbagai wabah penyakit.
“Penyalit DBD disebabkan adanya genangan air yang tersumbat, pepohonan dan buah-buahan yang rimbun sehingga membatasi masuknya cahaya matahari. Mari kita jaga kebersihan lingkungan,” lugasnya. (aldy rorong)
Data Kasus DBD di Sulut :
- Manado 81 kasus
-Minut 55
-Bitung 25
-Minahasa 26
-Tomohon 15
-Sitaro 14
-Bolaang Mongondow 12
-Kotamobagu 9
-Minsel 7
-Boltim 6
-Mitra 1
-Bolmut 2 kasus
*Sementara tiga Kabupaten lainnya seperti Talaud, Sangihe dan Bolsel belum ada.



































