Bahaya DBD Terus Intai Mitra


Ratahan, ME

Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meneror warga Minahasa Tenggara (Mitra). Serangan Aedes Aegypti, nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah, masih menjadi ancaman di beberapa wilayah di daerah ini. Awal 2015 ini saja diketahui telah ada satu kasus DBD yang menyerang warga Mitra.

“Kejadiannya pekan lalu. Korbannya seorang bocah berusia sebelas tahun di Desa Kuyanga Satu. Saat ini anak tersebut sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr Rinny Tamuntuan.

Tim dari Dinkes dan Puskesmas setempat pun langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran DBD di lingkungan tempat tinggal korban. “Langkah awal kami untuk mencegah penyebaran DBD yaitu dengan melakukan foging atau pengasapan di lingkungan warga yang terkena. Upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran DBD dengan membunuh serta mencegah berkembangnya nyamuk dewasa,” jelas Rinny.

Kondisi iklim yang terus berubah-ubah belakangan ini ditengarai jadi faktor pemicu rentannya bahaya DBD menyerang warga. “Selain itu kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan yang kotor adalah tempat disukai jentik-jentik nyamuk berkembangbiak. Makanya kami terus memberikan imbauan kepada warga agar jangan bosan-bosan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat. Program tiga M yaitu menutup, mengubur dan menguras adalah cara efektif untuk menangkal penyebaran DBD,” kata dia.

Daerah Mitra memang diakuinya masuk dalam zona merah bahaya DBD. Sepanjang tahun 2014 lalu saja telah terjadi sebanyak 19 kasus DBD yang menyerang warga. Lima kasus diantaranya bahkan terjadi di awal tahun. “Ini disebabkan kondisi iklim. Cuaca di bulan Januari hingga Febuari yang sering terjadi hujan adalah waktu di mana nyamuk DBD berkembangbiak dan kemudian menyerang warga,” tuturnya.

Meski begitu, dibanding kasus yang terjadi tahun lalu, kasus DBD di awal tahun ini bisa di bilang menurun.  Jika pada tahun lalu ada lima kasus terjadi di bulan Januari, untuk tahun ini baru ada satu kasus DBD di Mitra. “Makanya kami berharap ada upaya juga yang dilakukan warga untuk mencegah penyebaran DBD sejak dini. Caranya yaitu menjaga lingkungan tetap bersih. Karena sebetulnya pengasapan atau foging itu bukan merupakan upaya pencegahan dini. Itu dilakukan apabila sudah ada kasus DBD yang terjadi,” tandas Tamuntuan. (jeksen kewas)



Sponsors

Sponsors