DBD di Manado 95 Kasus, Wagub Ingatkan Wawali


Manado, ME

Awal tahun 2015 tepatnya bulan Januari ini, warga Manado yang terserang demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 95 kasus dan telah meninggal 3 warga. Yang sebelumnya baru 17 kasus dan 2 warga yang meninggal.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Djouhari Kansil, ketika Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan berkordinasi langsung mengingatkan agar penanganan mewaba kasus DBD khususnya di Kota Manado harus lebih serius. Pasalnya, jika minimal sudah ada 4 warga yang meninggal karena positif DBD, statusnya akan meningkat Kejadian Luas Biasa (KLB).

“Soal status DBD di Manado, Pemprov belum bisa tentukan, karena untuk status KLB DBD, minimal 4 kasus warga yang positif meninggal karena DBD. Soal kebersihan lingkungan, fogging serta bagikan abate adalah langkah pencegahan.  Saat ini Saya dan Dinas Kesehatan Pemprov Sulut sedang menyisir wilayah yang ada kasus untuk lakukan fogging serta bagikan abate,” terang Wagub kepada Wawali.

Wawali sendiri menyatakan, Dinkes Manado sedang berinovasi ketika alat fogging rusak tapi terus laklukan sosialisasi dengan galakkan 3M plus, yakni dengan mengubur, menguras dan menutup wadah yang berpotensi menjadi wadah bertelurnya nyamuk.

Melalui kegiatan itu, dipastikan mampu memutus rantai perkembangan nyamuk. Perlu juga sekolah sosialisasikan ke siswa soal bahaya DBD.
Soal data kasus DBD, Wawali menyatakan akan cek langsung agar data bisa valid terkait korban DBD. “Di seluruh rumah sakit apakah hanya 95 kasus, dan warga yang menjadi pasien harus kita ketahui tinggal di mana agar pemkot bisa lebih fokus ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan dan pencegahan,” kunci Wawali.(sonny dinar)



Sponsors

Sponsors