Foto: Teddy Manika.(Foto: Ist)
Diduga Ada Mark Up Anggaran Pengadaan Tronton di Dinas PU
Penegak Hukum Diminta Turun Tangan
Bolsel, ME
Satu unit mobil Tronton milik Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), hingga kini tak bisa digunakan. Padahal pengadaan mobil tahun anggaran 2012 lalu tersebut, menghabiskan uang daerah sekira Rp1,2 miliar.
Salah satu warga Molibagu, Jasmudin Mananelu, sangat menyangkan pengadaan mobil yang menghabislkan biaya cukup besar itu, tapi justru tak bisa memberikan kontribusi apa-apa bagi daerah."Ini patut dipertanyakan. Pasti ada permainan," kata Jasmudin, kemarin.
Mudin sapaan akrabnya, meminta aparat penegak hukum agar segera turun tangan menyelidikinya. "Ini harus ditelusuri, pasti ada yang tak beres," desaknya.
Seperti diketahui, mobil Tronton tersebut hanya memiliki satu gardan, sehingga tak mampu mengangkut alat berat. Bahkan jenisnya hanya enam roda, tetapi justru dimodifikasi menjadi 10 bola.
Kepala Dinas PU dan Kimpraswil, Teddy Manika, saat dikonformasi kelihatan pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa. "Ya seperti anda lihat, memang lebih banyak diparkir dan tak bisa dimanfaatkan," jelas Manika.
Menurut Manika, pengadaan mobil Tronton tersebut sebelum dirinya menjabat kepala dinas. "Itu masih Kadis lama," ujarnya singkat.
Mantan kadis PU dan Kimpraswil, Saril Gaib, yang kini menjabat Kadis ESDM, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapannya.
Menurut salah satu stafnya, Kadis sedang berada di Desa Pidung, Kecamatan Pinolsian Timur, untuk mengikuti pelantikan sangadi. "Maaf pak kadis tidak ada," ujar salah satu staf di ESDM. (eskolano kakunsi)



































