Ngamuk Pakai Pistol, Oknum Penjaga Pelabuhan ‘Teror’ Warga
Kalawat, ME
Aksi oknum pria (40-an) yang kabarnya bekerja di salah satu pelabuhan di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), mengejutkan warga dan aktivitas belajar mengajar yang di SDN Kolongan Tetempangan (Koltem) Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Oknum tersebut mengeluarkan pistol sambil meneriaki isterinya.
Infomasi yang didapat menyebutkan, pria yang disebut-sebut berasal dari Nusa Tenggara Barat itu mendatangi SDN Koltem dan langsung mencari oknum perempuan berinisial S alias Sel yang tak lain adalah isterinya yang diketahui sebagai Guru di SDN Kolongan Tetempangan.
Tak jelas latar persoalan, pria yang berdialek tak lazim orang Manado ini langsung ribut di SDN saat jam belajar mengajar belum lama dimulai. Bahkan menurut sejumlah saksi yang melihat kejadian itu, pria yang kelihatan geram itu sebelum meneriaki guru berulang kali, hingga warga sekitar sekolah mendengarnya, sempat memukuli guru itu.
"Dia sempat tampar di testa itu Ibu," ujar Fani seperti ditirukan Andi dan Eko, warga Koltem.
Yang membuat panik warga, saat pria itu mengeluarkan pistol sambil meneriaki isterinya. "Torang yang ada lia itu laki-laki so cabu pistol di muka depe isteri langsung panik," tutur Renny yang ikut dibenarkan Novi, warga Koltem.
"Sebenarnya warga di sekitar yang lihat itu kejadian so marah pa itu laki-laki, karena ulahnya itu. Tapi semua takut menegur karena melihat dia so cabut pistol," tambah Novi.
Aksi pria yang dikabarkan bertugas di bagian karantina pelabuhan itu ikut disaksikan Kepala Sekolah SDN Koltem, Juliana Wantania. Bahkan Wantania dari kesaksian warga, sempat berusaha menenangkan si pria yang terlihat marah besar kepada si guru perempuan.
Warga pun meminta pihak Kepolisian memproses kasus ini agar warga merasa nyaman dan tidak dihantui aksi tak terpuji oknum petugas pelabuhan tersebut. "Musti proses pa dia. Kage dia datang ulang di sekolah kong beking keributan kong cabu pistol lagi," minta banyak warga.
Kapolres Minut AKBP Djoko Wienartono SIK yang dikonfirmasi mengatakan, belum menerima informasi atau laporan terkait kejadian itu. Namun ketika mendengar ada aksi cabut pistol, Kapolres menegaskan akan mengusut kasus itu. "Saya cari informasi dulu ya. Setelahnya kita usut," tandas Kapolres. (risky pogaga)



































