Uang Palsu 'Produksi' Jatim Sasar Sulut


Manado, ME

Sulut patut waspada. Ribuan lembar uang palsu disinyalir sedang beredar di daerah ini. Terbongkarnya pabrik percetakan uang palsu sindikat internasional senilai Rp 12.2 miliar di Jawa Timur jadi bukti.

Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu. Dari hasil operasi itu, polisi menyita mesin percetakan, komputer, printer, dan mesin foto kopi warna. Demikian diungkapkan Kapolres Jombang Ajun Komisaris Besar Polisi Endang Sofyan.

Endang menjelaskan, kasus itu terbongkar atas temuan dua petugas yang berhasil masuk ke dalam pabrik dengan menyamar. Pabrik itu dibangun sejak tahun 1998, dengan wilayah operasi hingga ke luar Jawa. Hingga kini, Polres Jombang terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap peredaran uang palsu yang sebagian produksinya dikirim ke Sulut.

Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Manado Luctor Tapiheru menghimbau warga agar mewaspadai peredaran uang palsu tersebut. "Dalam upaya menekan peredaran uang palsu, BI Sulut berharap kepada seluruh masyarakat, agar semakin paham ciri-ciri uang palsu. Untuk mengenali keaslian uang palsu caranya 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang," kata Tapiheru.

Temuan uang palsu di Sulut sepanjang tahun 2014 sebanyak 705 lembar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2013 yang mencapai 234. "Memang terjadi peningkatan untuk temuan uang palsu di Sulut," ujarnya.

Tapiheru menambahkan dari temuan uang palsu yang ditemukan sepanjang tahun 2014 terbanyak pecahan 100.000 sebanyak 648 lembar, kemudian pecahan 50.000 sebanyak 51 lembar dan pecahan 20.000 sebanyak tiga lembar.

Sedangkan untuk 2013 untuk pecahan 100.000 sebanyak 134 lembar, pecahan 50.000 sebanyak 142 lembar, pecahan 20.000 tiga lembar serta pecahan 10.000 sebanyak satu lembar.

Untuk nominalnya terjadi peningkatan dari 20,57 juta di tahun 2013 menjadi 67,47 juta di tahun 2014. Sedangkan uang palsu tersebut ditemukan sejumlah perbankan melalui setoran yang dilakukan masyarakat. Belum termasuk yang ditemukan warga namun tidak dilapor. Jumlahnya disinyalir lebih banyak.

Menurutnya pecahan uang palsu yang paling banyak ditemukan selama dua tahun terakhir adalah uang kertas pecahan 100.000 dan50.000 atau sekitar 90 persen dari seluruh pecahan uang palsu yang ditemukan.(raimon sumual/viva)



Sponsors

Sponsors