Kawasan Tobeke Jadi TPS

Pratasik Minta Diberikan Sanksi Tegas


Tondano, ME

Tumpukan sampah yang memenuhi irigasi di areal persawahan Tobeke Tondano, mulai meresahkan warga. Selain menghambat aliran air yang mengalir ke sawah, juga mulai mengeluarkan bau busuk. Imbasnya, kenyamanan warga sekitar terusik.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Minahasa, Edwin Pratasik, SPd meminta pemerintah fokus menangani sampah, khususnya di areal persawahan dan pemukiman warga.

"Kami meminta pemerintah untuk serius dalam menangani sampah. Selain melakukan pengangkutan sampah, Pemkab juga harus melakukan upaya pencegahan agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di areal tersebut. Bisa jadi, jika hal ini dibiarkan maka program pemerintah untuk swasembada pangan tahun 2015, bakal gagal karena buruknya saluran irigasi akibat sampah," tandas Pratasik.

Ia mengatakan, akibat sampah tersebut rumah di sekitar irigasi di Kelurahan Kelurahan Tataaran Satu, Tataaran Dua dan Koya terendam air saat musim penghujan. Ia mendesak pemerintah dalam hal ini Dinas Pasar dan Kebersihan, melakukan pengerukan jaringan irigasi karena dangkal akibat sampah.

Untuk memiliki regulasi yang jelas, Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah harus dipertegas, agar oknum yang melakukan membuang sampah sembarangan dikenakan sangsi. “Pemerintah setempat diharapkan memberikan peringatan kepada sejumlah rumah kos di sekitar irigasi, untuk tidak menjadikan kawasan Toubeke sebagai TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Sebab, sampah yang memenuhi irigasi Toubeke terindikasi berasal dari rumah kos-kosan,” bebernya.(joel polutu)



Sponsors

Sponsors