Pasar 23 Maret Tak Kunjung Rampung, Nasib Pedagang Tak Jelas


Kotamobagu, ME

Pembangunan pasar 23 Maret yang dijanjikan tuntas pada tahun 2014 silam ternyata tidak sesuai proyeksi. Buktinya, hingga saat ini pedagang yang sempat dipindahkan ke pasar bersehati dan pasar poyowa belum kembali akibat bangunan belum rampung. Seperti yang diutarakan Yumiati yang mengaku gelisah dengan nasibnya.

"Kami sudah berharap tahun baru ini sudah bisa menempati tempat baru, ternyata belum juga selesai," ungkap Yumiati.

Yumiati pun meminta agar proyek ini segera diselesaikan dalam waktu dekat ini. "Kami sangat berharap pelaksanaan proyek bisa secepatnya, dilaksanakan agar sudah bisa beraktivitas seperti biasa," terang Yumiati.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kotamobagu, Herman Aray mengaku proyek lanjutan akan digelar secepatnya.
"Kontraktor telah menyelesaikan 85 persen fisik. Saat pemutusan kontrak, tinggal 15 persen yang harus diselesaikan, dan tengah diupayakan untuk segera dilanjutkan, upaya bermohon tengah dilakukan ke pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 194/PMK.05/2014, tentang pelaksana anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai akhir tahun anggaran, membenarkan jika akhir jangka waktu yang ditentukan, penyerjaan proyek belum selesai, diberikan waktu 50 hari untuk melanjutkan penyelesaian pekerjaan," terangnya.(yadi mokoagow)



Sponsors

Sponsors