Indomaret dan Alfamart 'Bunuh' IKM Sulut


Manado, ME

Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sulut terancam. Masuknya dua waralaba besar secara sporadis yaitu Indomaret dan Alfamart di daerah ini jadi pemicu. Omzet para pelaku industri kecil khususnya pedagang turun drastis. Pemerintah dinilai melakukan pembiaran hingga mulai ‘membunuh’ nyawa IKM.

Di Kota Manado belakangan ini mulai marak ditemukan sejumlah mini market Indomaret dan Alfamart bermunculan. Bukan hanya di ruas jalan arteri, bisnis waralaba ini juga menjamur hingga di pelosok-pelosok perumahan. Maraknya bisnis niaga inipun mengancam keberadaan sejumlah warung kecil atau kelontong yang ada di daerah ini.

Menurut penuturan Conny salah pemilik warung di daerah Teling, sejak berdirinya minimarket di wilayahnya berdampak langsung pada penghasilan. "Dengan adanya Indomaret disini, penghasilan kami turun drastis yang biasanya memperoleh Rp 200.000/ hari, kali ini turun menjadi Rp 100.000/harinya," ujarnya.

Hal Senada diungkapkan Meyland yang memiliki usaha warung di daerah Sario. Menurut dia, jika pembangunan mini market tidak disertai pengawasan ijin yang baik, maka akan membuat sejumlah usaha kecil gukung tikar. "Pemerintah harus memperketat pengawasan pendirian ijin. Jika tidak penjual seperti kami ini akan gulung tikar," jelasnya.

Sementara itu pengamat ekonomi Sulut Steven Pioh menilai keberadaan swalayan Alfamart dan Indomaret menyebabkan perekonomian pedagang kecil tidak bisa berkembang bahkan mematikan usaha kecil yang berada di sekitarnya. “Keberadaan mini market tersebut memang memiliki dampak negatif maupun positif. Namun dampak negatifnya sangat berdampak buruk pada perekonomian rakyat kecil,” ungkap Pioh.

Menurutnya, meski keberadaan mini market tersebut membuka lapangan kerja bagi masyarakat Manado dan memperluas jaringan investor, namun masyarakat, khususnya pengusaha kecil harus menghadapi dan menerima kondisi perekonomian yang diakibatkan keberadaan mini market tersebut.

Dirinya menambahkan, ke depannya pemerintah harus mengatur mini market sejenis Alfa Mart maupun Indomaret agar tidak terlalu merugikan pengusaha kecil.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Jenny Karouw melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Hanny Wayong SE mengatakan akan membatasi kehadiran waralaba tersebut. “Dalam pendirian akan ada syarat yaitu mereka harus kerja sama dengan IKM,” kata Wayong.(raimon sumual)



Sponsors

Sponsors