Rabies 'Teror' Minut
Airmadidi, ME
Rabies atau disebut virus anjing gila, menjadi ‘mesin pembunuh’ menakutkan saat ini. Tak pandang usia, virus yang ditularkan lewat gigitan anjing, kucing serta kelelawar, mampu menewaskan korban yang tidak secepatnya mendapat suntikan vaksin rabies.
Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), hingga akhir tahun 2014, tercatat gigitan hewan anjing sebanyak 432 kasus. Sementara itu yang sudah diberikan vaksin baru mencapai 346 kasus. Untuk kasus kematian akibat gigitan anjing, mencapai empat kasus yang terjadi di wilayah Tumaluntung, Airmadidi, Tanggari dan Laikit.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minut dr Sandra Rotty.
Saat ini, jelas dia, vaksin untuk manusia yang terkena gigitan anjing masih tersedia. "Untuk vaksin tersebut kita masih banyak, hingga akhir tahun, tapi juga perlu diawasi terkait pemeliharaan hewan ternak seperti anjing yang perlu diawasi perkembangannya dan setiap 6 bulan sekali perlu divaksin," tutur Rotty.
Kata dia, seharusnya program masalah anjing ini, ditangani Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun). “Kita dari Dinkes menangani manusianya yang menjadi korban," jelas Rotty.
Dijabarkan Rotty, untuk dana vaksin manusia mencapai hingga Rp600 ribu. Bayangkan jika 346 dikalikan Rp600 ribu, dibanding dengan vaksin anjing Rp20 ribu, sehingga masalah ini butuh koordinasi kedua dinas terkait. "Masa kan dana kesehatan hanya dihabiskan untuk masalah rabies," aku Rotty.
Sebelumnya, pihak Distanakbun menyatakan telah melakukan vaksin kepada semua anjing di 10 kecamatan. (risky pogaga)



































