Sulut Tertinggi Kematian Akibat Rabies


Manado, ME

Warning bagi  bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Selang tiga tahun terakhir, Bumi Nyiur Melambai tercatat sebagai daerah tertinggi pengoleksi angka kematian akibat virus rabies tertinggi di Indonesia.

Fakta memiriskan itu diungkap, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, dr Grace Punuh. Kasus itu kebanyakan terjadi di Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. "Rabies adalah virus mematikan yang menyebar ke orang-orang dari air liur hewan yang terinfeksi. Virus rabies biasanya ditularkan melalui gigitan," terangnya.

Hewan yang paling mungkin untuk menularkan virus penyakit rabies pada manusia adalah virus rabies pada Kucing, Kelelawar, Anjing, Rubah dan Musang serta Monyet. “Tapi khusus di Sulut, rata-rata virus rabies dari Anjing,” ungkapnya.

Setelah seseorang mulai menunjukkan tanda tanda rabies atau gejala rabies, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. "Siapa saja yang mungkin memiliki risiko terkena penularan rabies harus menerima vaksin Rabies untuk perlindungan. Kabupaten dan kota, khususnya yang rawan virus rabies harus rutin melakukan vaksinasi,” sarannya.

Gejala Rabies sangat mirip dengan flu dan bisa berlangsung selama berhari-hari. Ciri-ciri rabies atau gejala rabies pada manusia, Demam, Sakit kepala, Mual, Muntah, Agitasi, Kegelisahan, Kebingungan, Hiperaktif, Kesulitan menelan, Air liur berlebihan, Takut air (hydrophobia), Halusinasi, Insomnia, Kelumpuhan parsial.

“Carilah perawatan medis jika digigit oleh binatang apapun. Berdasarkan cedera dan situasi di mana gigitan terjadi, Dokter dapat memutuskan apakah harus menerima pengobatan untuk pencegahan rabies,” sarannya.(aldy rorong)



Sponsors

Sponsors