Foto: Drs Effendi Maluenseng.(Foto: Ist)
Harga BBM Tak Kunjung Turun, Warga Nilai Pemkab Tidak Pro Rakyat
Siau, ME
Sejumlah warga menilai pemerintah daerah kini tidak lagi pro terhadap rakyat. Menurut mereka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro terkesan tidak serius dalam menyelesaikan persoalan Bahan Bakar Minyak (ВВМ).
“Ini sudah sepekan pasca penurunan harga ВВМ, namun di Sitaro masih menyentuh angka 15 ribu rupiah per liter. Ini menunjukan bahwa Pemkab tidak peduli dengan masyarakat,” kata Judson Laheba
Semestinya, lanjut legislator dari partai Nasdem tersebut, Pemkab sudah dapat mengambil langkah minimal melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. “Jangan hanya berkoar-koar mensejahterakan masyarakat lantas masyarakat tidak sejahtera,” ketusnya.
Tidak hanya itu, dengan harga premium sekarang Rp 6.600 per liter, dirinya berasumsi semestinya harga ВВМ eceran tertinggi adalah Rp 8.000 per liter. “Kalau sudah 15 ribu rupiah per liter, komitmen pemerintah daerah untuk mensejahterakan rakyat perlu dipertanyakan," ujarnya.
Kepala Dinas ESDM, Drs Effendi Maluenseng saat dikonfirmasi mengatakan, rapat koordinasi akan segera dilakukan. “Kita masih menunggu kedatangan Pak Sekda selaku Ketua Tim Pengendali dan Pengawasan ВВМ yang masih sedang menjalani tugas luar. Kemungkinan satu atau dua hari ke depan, rapat akan kita gelar. Semua pihak terkait termasuk pengecer se-Sitaro akan kita undang dalam rapat nanti,” jelasnya.
Diketahui, hingga kini harga BBM eceran jenis premium di Sitaro masih di kisaran Rp15 ribu per liter. Pengecer berdalih, saat ini kapal pengangkut BBM belum datang sehingga mereka masih menjual ВВМ yang dibeli dengan harga Rp 7.600 per liter. (haman palandung)



































