Foto: Jimmy R. Tindi
GERAK Sulut Desak Menkopolhukam Mundur
Tedjo Edhy Dianggap Arogan
Manado, ME
Drama 'KPK vs Polri' masih berlanjut. Episode penangkapan Wakil Ketua lembaga anti rasuah itu oleh Bareskrim Polri masih tegang. Teranyar, gelombang masa pendukung KPK dituding tak jelas. Menariknya, pernyataan itu dilontarkan Menkopolhukan, Tedjo EdhY. Sontak saja 'lagu' Tedjo itu menuai beragam reaksi pedas. Salah satunya datang dari wilyah Nyiur Melmbai.
Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara dengan tegas mendesak Menkopolhukam mundur. Tudingannya yang menyasar kelompok masa pendukung KPK jadi pemantik. Pernyataan Tedjo dinggap terlalu tendensius.
"GERAK Sulut mendesak Menkopolhukam mundur. Pernyataan Menko Polhukam Tedjo Edhy bahwa rakyat yang mendukung KPK tidak jelas adalah pernyataan yang naif, kurang cerdas dan arogan," ketus Ketua GERAK Sulut, Jimmy R. Tindi.
"Pernyataan itu tak layak dari mulut seorang negarawan seperti Tedjo," ujarnya.
GERAK Sulut pun menantang Menkopolhukam untuk menguji hati rakyat terhadap KPK. "Saya menantang Tedjo untuk melakukan referendum atas keberadaan KPK apakah dibutuhkan rakyat atau tidak," tegas Tindi.
Diketahui, dalam berbagai pemeberitaan Menkopolhukam Tedjo Edhy sempat menyebut pendukung KPK tidak mewakili rakyat Indonesia. Tedjo mengaku kecewa dengan sikap para pimpinan KPK. Dia menilai para pimpinan KPK tidak berusaha untuk menenangkan situasi.
Salah satu yang mungkin dimaksud Tedjo adalah pernyataan Ketua KPK Abraham Samad. Dia berorasi kepada ratusan relawan yang berkumpul di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia meminta masyarakat menjaga gedung tersebut. Apalagi di dalam gedung itu banyak dokumen berharga. (rikson karundeng)



































