Foto: Kualitas raskin buruk yang dikeluhkan warga.
Baginda: Bulog Jangan Main Mata Dengan Mitra
Kualitas Raskin Buruk
Bitung, ME
Sejumlah warga mengeluh dengan buruknya kualitas beras miskin (raskin). Pasalnya, selain berbau, warnanya pun sudah menguning serta kadar patahannya mencapai 40%, bercampur batu kecil dan pasir.
Warga Bitung Timur, Thamrin Maku kepada manadoexpress.co mengatakan kondisi raskin sangat tidak layak untuk dikonsumsi.
"Kualitas raskin ternyata tak seperti yang diharapkan. Aromanya sudah tercium bau apek, warna yang biasanya putih berubah menjadi kuning serta bercampur batu dan pasir. Parahnya lagi, kadar patahannya sudah mencapai 40% " katanya, Jumat (23/1).
Sama halnya yang dikatakan Nur Abiduna (25), warga Pateten Tiga. Dirinya sangat kecewa melihat mutu raskin yang dibeli semakin hari semakin memburuk. "Saya kecewa melihat mutu raskin ini, berasnya patah dan tercampur batu kecil dan pasir," ungkapnya.
Pasokan raskin yang tidak sesuai dengan standar mutu, disayangkan Ketua LSM Pulau Daratan Bersatu (PDB), Darma Baginda.
Ia menilai kinerja bulog lalai dalam melakukan kontrol terhadap kondisi beras yang akan disalurkan kepada penerima manfaat.
"Kami menyayangkan mengapa beras jelek ini bisa masuk ke gudang Bulog, dan mengapa beras ini disalurkan kepada masyarakat dengan kondisi yang tidak layak konsumsi. Berarti pengawasan di internal Bulog sangat lemah. Atau jangan sampai ada kesepakatan antara oknum agar membeli kembali raskin tersebut, lalu dimasukkan ke beras pengadaan? Sebab, pasokan raskin yang kurang layak untuk dikonsumsi tidak hanya bulan ini. Namun jauh sebelumnya masyarakat yang menerima jatah juga mengeluhkan raskin tersebut," tutur Baginda.
Untuk itu, dia meminta pemerintah agar melakukan pengawasan ketat distribusi raskin sebelum sampai di tangan masyarakat desa. ''Bisa terjadi pengoplosan beras oleh pihak - pihak tertentu untuk menjadikan ajang bisnis, sebab kalau pasokan jatah raskin yang kualitasnya tidak baik itu terus terjadi ini akan merugikan masyarakat," tegasnya.
Baginda mengingatkan Bulog Sub Divre Sulut agar tidak bermain mata dengan mitra Bulog, dalam hal pengadaan beras untuk rakyat miskin. Sehingga, kualitas beras yang didistribusikan kepada penerima manfaat setiap bulan di sejumlah kelurahan tidak seperti sekarang.
Lanjutnya, seharusnya bulog menolak kiriman beras dari mitranya, jika dinilai jelek, ataupun tidak mengeluarkan dari gudang jika beras tersebut betul - betul tidak layak konsumsi.
"Kami mengingatkan agar Bulog Sub Divre Sulut tidak bermain mata dengan mitra Bulog, sehingga tidak ada beras jelek bisa tersimpan di Bulog," terang Baginda.
Dirinya pun meminta agar aparat hukum menelusuri pendistribusian raskin tahun 2014. "Kami meminta aparat hukum agar menelusuri pendistribusian raskin. Apa betul disalurkan ke masyarakat atau malah dijadikan bisnis," pintanya.
Dari data yang diperoleh, penyaluran raskin di Kota Bitung yang sudah disalurkan 5 bulan sekaligus (Januari, Februari, Maret, November & Desember) pada tahun 2014, sebanyak 6.576 Rumah Tangga Sasaran (RTS) berjumlah 253.665 kg, belum termasuk beberapa Kelurahan yang tidak mendapat jatah raskin karena menunggak pembayaran raskin.
Kapolres Bitung AKBP Hari Sarwono melalui Kasat Reskrim, AKP Rivo Malonda mengaku akan menelusuri pendistribusian raskin tersebut. "Jika memang ditemukan ada kejanggalan secepatnya kami tindaki sesuai prosedur hukum yang berlaku " tegas Malonda.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Perekonomian Kota Bitung, Handry Tirajoh berharap raskin yang diterima masyarakat layak dikonsumsi. "Kami berharap agar kualitas raskin layak dikonsumsi masyarakat," ucapnya.
Tirajoh juga menghimbau jika ada masyarakat yang menerima raskin yang buruk agar segera dikembalikan ke Kelurahan. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog mengenai laporan masyarakat tentang mutu raskin, jika terdapat raskin yang berkualitas buruk silahkan dikembalikan, untuk diganti," tegasnya.
Sementara itu, Kepala gudang, Ventje saat dikonfirmasi via handphone 08135696xxxx dalam keadaan tidak aktif. (raynaldi pratama)



































