Foto: Gunung Karangetang saat meletus beberapa waku lalu. (Foto : Ist)
Aktivitas Karangetang Meningkat, 64 KK Diungsikan
Siau, ME
Aktivitas Gunung Api Karangetang di Pulau Siau terdata mengalami peningkatan sejak Selasa (20/1) pukul 18.57 WITA, ditandai dengan terdengarnya suara gemuruh yang di sertai lontaran lava pijar ke arah Desa Pangi dan Nanitu, Kinali, Siau Barat Utara (Sibarut). Aktivitas ini terpantau berlangsung secara terus-menerus hingga Rabu (21/1) pukul 06.00 WITA. Dengan adanya peningkatan akivitas salah satu gunung apa aktif di Indonesia tersebut mengakibatkan 64 Kepala Keluarga harus diungsikan.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Juddy Tatipang yang dimintai keterangan menjelaskan, letusan kali ini untuk guguran lava pijar mengalir sesekali ke arah timur kawah utama yakni ke arah Kali Beha dengan jarak luncur 700 meter, sementara untuk ke arah Kali Keting jarak luncur sejauh 2000 meter dan untuk aktivitas tremor vulkanik mencapai 10-23 mm.
“Gunung Karangetang sejauh ini belum mengalami peningkatan status walaupun memang terdata mengalami peningkatan aktivitas, sehingga untuk warga yang mediami zone bahaya telah diungsikan demi keselamatan,” tukas Tatipang.
Ditambahkannya, untuk wilayah yang masuk dalam radius ancaman lava pijar dan awan panas yakni Kelurahan Tatahadeng di antaranya dusun Lintatuha, Puikang, Bawonbitung dan Tahoto, karena tepat pada kaki lereng gunung.
“Memang ancaman lava pijar dengan jarak luncur ke kali keting sejauh dua kilo ke arah beberapa dusun yang ada di kelurahan Tatahadeng. Namun dari data yang ada di pos sampai sejauh ini belum menunjukan ancaman yang sangat berbahaya. Gunung masih berstatus siaga meski ada peningkatan aktifitas, bahkan tidak adanya potensi awan panas,” ungkap dia.
Pemkab Sitaro melalui Wabup Sisca Salindeho menanggapi peningkatan aktivitas Karangetang ini dengan menyerahkan bantuan berupa selimut, kasur serta bahan makanan untuk warga yang berada di tempat pengungsian. (haman palandung)



































