Sang Hukum Besar dan Gubernur Yang Melegenda

BW Lapian dan Henk Ngantung Menuju Pahlawan Nasional


Tomohon, ME

Akselerasi dua putra Tomohon kembali mendapat pengakuan. Pengabdian BW Lapian dan Henk Ngantung, mulai ‘dikorek’. Oleh pemerintah dan masyarakat Tomohon, dua birokrat berbeda massa ini diusung menjadi Pahlawan Nasional. Dukungan pun mengalir dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

Dalam perjuangan bangsa Indonesia, Bernard Wilhelm Lapian dikenal sebagai tokoh tiga zaman. Dia pernah menjadi acting Gubernur Sulawesi Utara di Makasar, Anggota Minahasaraad, Hukum Besar sekaligus merangkap Walikota Manado. Dia merupakan Tokoh Peristiwa 14 Februari 1946. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Angkatan Laut (AL), Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra.

Sementara, Hendrik Hermanus Joel ‘Henk’ Ngantung pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta Ke-7 (1964-1965). Henk Ngantung dikenal luas sebagai seniman pejuang yang membuat sketsa patung selamat datang di Bundaran Hotel Indonesia, Lambang Kostrad dan Lambang DKI Jakarta. Henk Ngantung pernah menerima penghargaan dari Kostrad yang diberikan langsung oleh Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto.

Sebagai langkah awal mendapat legitimasi Pahlawan Nasional, sepak terjang ke dua figur ini dibedah komprehensif dalam seminar nasional dengan tema, ‘BW Lapian dan Henk Ngantung Menuju Pahlawan Nasional’, Selasa (20/1).

Sebagai narasumber, Prof DR Susanto Zuhdi salah satu Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia, DR Ivan Kaunang, M.Hum salah satu Dosen Sejarah Universitas Sam Ratulangi serta Drs Raymond Mawikere, M.Hum yang merupakan Dosen Sejarah Universitas Sam Ratulangi. Ketua Panitia pelaksana, Judie Turambi, SH bertindak sebagai moderator.

“Ini merupakan langkah awal dari perjuangan kami. Terima kasih atas dukungan pemerintah, masyarakat terutama keluarga BW Lapian dan Henk Ngantung. Kami pasti berjuang keras,” ujar Judie Turambi, penggagas kegiatan.

Tokoh Masyarakat Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular mengakui kiprah kedua sosok ini dalam perjuangan bangsa Indonesia. Lapian dan Ngantung, kata Tular, telah meletakkan fondasi yang megah bagi kemajuan dan popularitas Bumi Nyiur Melambai terutama Kota Tomohon.

“Namun perlu diingat, agar sosok dua pejuang dini tidak hanya diketahui masyarakat nasional dan internasional. Sementara, orang daerah tidak mengetahui. Penting dilakukan sosialisasi hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” seru Tular.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE Ak memberikan apresiasi bagi keluarga dari para pahlawan dan pejuang asal Kota Tomohon, terutama keluarga BW Lapian dan Henk Ngantung. Kata dia, seminar nasional diharapkan menumbuhkan semangat nasionalisme segenap masyarakat Kota Tomohon, meneruskan tekad dan komitmen yang kuat dalam mempertahankan hal-hal positif yang sudah diraih, serta melakukan upaya yang sinergi dalam membangun Kota Tomohon.

“Semoga jasa BW Lapian dan Henk Ngantung akan selalu terkenang dan dilanjutkan dalam membangun Kota Tomohon,” terang Eman.

“Ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Tomohon. Untuk itu, mohon dukungan masyarakat Tomohon,” ungkap Eman.

Gubernur Sulut melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Drs Star Wowor, MSi mengatakan, pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulut mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada panitia pelaksana yang telah memprakarsai kegiatan Seminar Nasional. Sekaligus, telah mensosialisasikan secara akademis ketokohan Bernard Wilhelm Lapian dan Hendrik Hermanus Joel “Henk” Ngantung sebagai Pahlawan Nasional.

“Semoga seminar nasional ini menjadi momentum bersejarah dan penuh makna sebagai bentuk ucapan terima kasih, pengakuan dan penghargaan yang tinggi atas perjuangan dan jasa-jasa Bernard Wilhelm Lapian dan Hendrik Hermanus Joel “Henk” Ngantung, bagi bangsa dan masyarakat Indonesia,” urai Wowor.

Terpisah, Genny Ngantung, anak kedua Henk Ngantung mengapresiasi upaya dan perjuangan yang sudah dilakukan pemerintah dan masyarakat Tomohon. Keluarga, tutur dia, mendukung penuh perjuangan masyarakat menjadikan ayahnya sebagai Pahlawan Nasional.

“Kami sangat berterima kasih atas upaya yang dilakukan guna menjadikan ayah kami dan Om BW Lapian sebagai pahlawan. Dengan harapan, kerja keras ini bisa terealisasi,” aku Genny yang mengaku baru tiga kali mengunjungi Tomohon.

Di mata mereka, sang ayah Henk Ngantung merupakan sosok sederhana dan luar biasa. “Seperti tipikal orang Tomohon pada umumnya yang kuat mempertahankan tradisi saling menghormati, menghargai dan baku-baku bae,” ujarnya.

“Tomohon sangat bersih, rapih dan teratur. Meski kota kecil, tapi kota ini adalah kota kenangan terutama buat kami keluarga,” cerocosnya.

Pelaksanaan Seminar Nasional dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Ivan Sarundajang, Ketua DPRD Kota Tomohon Ir. Junita Miky Linda Wenur bersama anggota DPRD Kota Tomohon Piet HK Pungus, Jemmy Sundah, Jimmy Wewengkang dan Maria Pijoh. Selanjutnya, Wakapolres Tomohon, Danramil Tomohon, jajaran Pemkot Tomohon, Tokoh Masyarakat serta ratusan masyarakat Tomohon. (victor rempas)



Sponsors

Sponsors