Foto: Sekretaris Dihub Minahasa, Denny Tualangi.
Tualangi: Sementara Bayarlah Uang Pas
Tarif Angkutan Umum Belum Turun
Tondano, ME
Ketika pemerintah pusat sudah melakukan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Senin (19/1), dari Rp 7000 ke Rp 6.600, beberapa angkutan umum di Tondano masih didapati warga menggunakan tarif yang lama. Kejadian ini direspon oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Minahasa, Denny Tualangi.
Dari penjelasannya, ini tidak hanya disebabkan oleh pengemudi angkutan umum yang meminta sesuai tarif yang lama. Bagi dia terkadang penumpang sendiri yang membayar dengan tarif lama karena sudah terbiasa. "Lengkali bukang karna tu sopir ada minta mar tu penumpang yang rasa bagitu, karna so ta biasa ba bayar bagitu," tutur Tualangi.
Untuk itu, ia menasehatkan kepada para penumpang, sementara belum ada penyesuaian tarif di Minahasa bayarlah dahulu dengan uang pass. "Untuk sementara bayar dulu dengan uang pas, yaitu seperti yang seharusnya," terangnya.
Para pengguna ojek juga mengalami hal yang sama. Seorang penumpang, Meky Kaseger mengungkapkan, dia masih mendapati beberapa tukang ojek yang seharusnya dibayar Rp 4000 tapi mereka meminta Rp 5000. Ia sendiri membayar tukang ojek dengan uang pass pada Selasa(20/1). "Orang katu bayar 5000 karna lengkali so ta biasa ba bayar bagitu. Kita ada bayar ojek tadi kase doi pass 4000. Itu katu yang seharusnya" kata Meky. (arfin tompodung)



































