Foto: Aktivitas letusan Gunung Soputan beberapa waktu lalu.(Foto: Ist)
Soputan Masih Mengancam, Mitra Siaga
Ratahan, ME
Warga Minahasa Tenggara patut waspada. Aktifitas vulkanik Gunung Soputan masih menjadi ancaman bagi warga, khususnya sekitar kaki gunung. Setelah erupsi sebanyak dua kali pada Minggu subuh hingga pagi kemarin, goncangan ketiga kembali terjadi pada pukul 23:10. Letusan ini sangat berbahaya karena terjadi ‘diluar’ biasanya.
Kepala Pos Pemantau gunung berapi Soputan, Sandy Manengkey membenarkan hal ini. Dirinya mengungkapkan, letusan yang terjadi minggu malam memamng tidak sekuat yang terjadi siang harinya. Tercatat ketinggian letusan ‘hanya’ mencapai 700 Meter.
"Malam harinya terjadi lagi letusan yang disusul kumpulan debu vulkanik. Ketinggian letusan sekitar 700 Meter dari puncak. Letusan siang harinya masih lebih tinggi sampai 4000 meter," jelas Manengkey saat dihubungi di pos pemantau, kemarin.
Kata dia, letusan masih disertai guguran lava dari puncak dan jatuh di lereng Soputan. Sementara secara visual tidak terlalu jelas dikarenakan pantauan dilakukan malam hari diikuti cuaca hujan.
"Tapi kalau dicatatan kita letusan malam, untuk Tremor masih terekam satu sampai sepuluh milimeter dengan dominan dua milimeter. Amplitudo maximum empat puluh dua milimeter dan durasinya dua ratus detik," terangnya.
Sementara untuk hembusan masih terus terekam. Guguran pasca letusan berlangsung sejak pukul 00:00 Wita, sampai 06.00 Wita kemarin. Juga terjadi dua kali vulkanik dalam, delapan kali vulkanik dangkal, enam kali hembusan, satu kali tektonik jauh dan sepuluh kali gempa Guguran. "Statusnya kita masih tetapkan siaga level III. Belum ada perubahan," pungkasnya.
Sementara seringnya letusan terjadi membuat warga sedikit was-was. Pasalnya intensitas letusan melebihi batas normal. "Kan biasanya cuma terjadi dalam satu tahun, satu sampai dua kali letusan. Tapi sekarang hanya dalam satu bulan, sudah terjadi 4 kali letusan," ujar Maikel Rogahang warga Tombatu Timur.
Diapun berharap jika setiap aktivitas yang terjadi pada gunung Soputan untuk disampaikan kepada warga. Hal ini diharapkan agar warga bisa waspada terhadap ancaman letusan. "Minimalah lewat pemberitahuan kepala desa khususnya diwilayah yang dianggap rawan terhadap ancaman," pinta Rogahang.
Bupati James Sumendap telah menginstruksikan bagi jajarannya di tingkat pemerintah kecamatan untuk melaporkan setiap situasi diwilayah masing-masing. "Minimal setiap camat selang satu jam harus melaporkan kondisi setiap wilayah," tegas Sumendap.
Terpisah, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, Jopy Mokodaser melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jeane Th Tangian mengungkapkan dampak letusan telah mengakibatkan beberapa desa terkena hujan debu vulkanik ringan.
Namun dia memastikan jika hal tersebut tidak sempat mengganggu aktivitas warga karena volume semburan debu hanya sedikit. "Sejak kemarin kita pantau, hanya ada dua desa yakni Silian dan Lobu. Itu pun hanya sebagian. Turunnya hujan disaat letusan sedikit banyak telah menghalau debu untuk sampai ke pemukiman," ujar Tangian. (jeksen kewas)



































