Foto: Ketua Organda Mitra, Alfian Tompunu.(Foto: Ist)
Penurunan Tarif Angkot Mitra Masih Dikaji
Ratahan, ME
Pasca diumumkannya lagi penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat, tarif angkutan umum (Angkot) pun didesak agar segera diturunkan.
Sejak dinaikkan oleh pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, 31 Desember 2014 lalu, tarif angkot pun langsung dinaikan. Namun, saat harga BBM sudah dua kali diturunkan kembali yakni dan 19 Januari 2015, tarif angkot di Mitra pun tak kunjung turun. Untuk itu, sejumlah penumpang pun mendesak pemerintah kabupaten Mitra agar segera menurunkan harga angkot.
"Waktu BBM naik tarif angkot langsung dinaikan. Namun, saat BBM turun bahkan sudah dua kali, hingga saat ini tarif angkot belum juga diturunkan," keluh salah satu warga yang tak mau namanya dipublikasikan.
Menanggapi hal itu, Ketua Organda Mitra, Alfian Tompunu menyatakan, akan segera mengusulkan ke pemerintah agar memberlakukan kembali tarif angkot ke harga semula. "Kami usulkan pemerintah mengembalikan tarif ke harga semula sebelum terjadi kenaikan harga BBM," ujar Tompunu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mitra, Bernhard Mokosandib mengungkapkan, masih sementara melakukan kajian atas penurunan tarif angkot di Kabupaten Mitra. "Khusus trayek di Mitra kemungkinan akan diturunkan 19 persen dari tarif sebelumnya," tuturnya.
Dia pun mengatakan, akan secepatnya menyelesaikan kajian tersebut agar tarif angkot yang baru segera diberlakukan. "Yang pasti dalam waktu dekat ini sudah ada tarif angkot yang baru," katanya seraya mengungkapkan, belum menerima surat usulan penurunan tarif dari pihak Organda Mitra. (jeksen kewas)



































