Waspadai Pencurian dan Uang Palsu

Panen Raya, Warga Posigadan Jemur Cengkih Harus Antri


Bolaang Uki,ME

Panen raya cengkih Januari hingga Februari di wilayah Posigadan sedikit membuat warga kesulitan menjemur hasil panen cengkih. Pasalnya, warga kesulitan mencari tempat untuk menjemur emas coklat. Terkadang sesama warga saling rebutan tempat hingga sering terjadi perkelahian.

Mengatasinya, pemerintah beberapa desa terpaksa harus mengatur, membuat jadwal. Setiap warga yang memiliki cengkih digilir menjemur cengkihnya. Seperti diungkapkan Sangadi Desa Milangodaa, Watin Mooduto, kalau tidak dibuat jadwal sesama warga akan berkelahi.
"Terpaksa kita atur karena memang halaman rumah warga tak mencukupi," jelas Mooduto.

Hal senada dikatakan Sangadi Milangodaa Barat, Saprudin Abas. Setelah digilir sudah tak ada keributan lagi. "Jadi kita jaga bersama agar kampung kita aman," terang Abas.

Ditambahkannya pintu masuk di desanya sudah dipalang dengan kayu."Biar kalau ada yang keluar masuk di jam tertentu kita bisa kontrol," tandas Abas.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Mamalia. Lapangan yang cukup luas dan halaman rumah nyaris tak ada tempat kosong untuk menjemur cengkih. Di sisi lain, mahalnya harga cengkih memicu terjadi tindak kriminal pencurian dan beredarnya uang palsu. Tidak sedikit terjadi pencurian, seperti di Desa Duminanga dan Biniha Timur.

Bupati, Hi Herson Mayulu, SIP pun meminta setiap pemerintah desa dan masyarakat mengaktifkan Pos Kamling di tiap desa. "Jaga lingkungan masing-masing, jika ada yang mencurigakan segera lapor ke aparat kepolisian," pinta Papa Ven, sapaan akrabnya. (stanly kakunsi)



Sponsors

Sponsors