Foto: Satu-satunya akses jalan ke Desa Tiniawangko berubah menjadi
Diterjang Banjir, Kondisi Jalan Desa Tiniawangko Memprihatinkan
Sinonsayang, ME
Jalan utama Desa Tiniawangko Kecamatan Sinonsayang, Sabtu (17/1) siang, dilanda banjir bandang. Hujan yang terus menguyur wilayah ini, membuat Sungai Motondang dan Sungai Kobiok meluap. Banyaknya air kiriman dari pegunungan membuat kedua sungai tersebut tidak bisa menampung debit air dan melumpuhkan akses transportasi Desa tersebut.
Salah satu warga Desa Tiniawangko Alin Anis mengungkapkan, banjir yang terjadi kemarin siang sangat parah dan mengakibatkan jalan satu-satunya yang merupakan akses bagi mereka terancam putus.
"Untuk Pemerintah Minahasa Selatan (Minsel) tolong. Torang pe jalan masuk kampung somo putus. Air so ancam tu jembatan. Jang kasiang jembatan satu-satunya masuk kampung putus. Kalu jembatan putus torang kasiang somo ta kurang di kampung alias so ndak mo dapa keluar dari kampung," tulis Alin, lewat akun jejaring sosial facebook, Minggu (18/1).
Dia mengatakan ini merupakan banjir kedua dan terparah dalam kurun waktu dua minggu. Sejak banjir pertama, belum ada instansi teknis yang datang meninjau Desa mereka. Padahal perhatian pemerintah sangat masyarakat butuhkan saat ini.
"Tiniawangko kasiang selama ini belum ada kasiang bantuan. Makanya kalu Bupati boleh pigi cek akang. Torang ndak salahkan Bupati, mungkin ini torang yang dari kampung yang belum kase info," katanya.
Selain banjir, dia mengungkapkan sumber air bersih bagi Desa mereka juga terkena longsor. Saat ini untuk keperluan air bersih sangat susah bagi mereka. Pembersihan dan perbaikan telah dilakukan secara swadaya oleh masyarakat namun itu belum efektif. Untuk itu dia berharap Pemerintah lewat instansi teknis segera memperhatikan keluhan mereka.
"Kalu longsor deng aer bersih rusaknya bersamaan dengan banjir boyong pante. Banjir di Desa Boyong Pante adalah imbas dari banjir dan longsor di Desa Tiniawangko," ungkapnya. (jerry sumarauw)



































