Duka di Poros Manado Tomohon

Ibadah dan Tabur Bunga, Mengenang Tragedi 15 Januari


Tomohon, ME

Awan duka cita membungkus Tanah Nyiur Melambai. Awal tahun 2014, telah menorehkan catatan menyedikan. Sulawesi Utara (Sulut) kembali diterjang banjir dan tanah longsor. Manado 15 Januari (Malari). Untuk Kota Tomohon, ada enam warga tewas di hari itu. Longsoran puluhan kubik tanah menyebabkan sejumlah rumah dan kendaraan terseret ke jurang. Yang mengenaskan, dua titik jalan yang selama  ini menjadi nadi penggerak perekonomian warga, amblas tergerus air. Kota Bunga terisolir.

Untuk melakukan evakuasi, ratusan aparat Kepolisian  dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diterjunkan di poros Manado Tomohon. Dua jembatan Bailey milik TNI akhirnya dibangun sementara untuk menyambung nadi perekonomian daerah dengan ibu kota provinsi.

Oleh pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, hari musibah ini dirayakan dalam bentuk ibadah syukur dan tabur bunga, Kamis kemarin. Ibadah yang dipusatkan di kediaman Keluarga Toar Purukan, berlangsung khusyuk. Walikota Tomohon Jimmy F Eman, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) DR Arnold Poli, SH MAP, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, anggota DPRD Tomohon beserta ratusan masyarakat, berbaur dalam ibadah yang dipimpim Pdt Meggy Pandey Walintukan, STh.

Walikota Tomohon mengatakan, pemerintah merasakan duka yang mendalam atas tragedi 15 Januari 2014. Oleh sebab itu, untuk memperingatinya, kami menggelar ibadah syukur dan tabur bunga sebagai simbol mengenang kepergian korban dalam bencana ini. “Kami sangat berduka. Tanggal 15 Januari 2014, akan selalu dikenang. Apalagi, yang menjadi korban adalah masyarakat saya, juga seorang abdi masyarakat Dr Olwin Oroh. Pemkot Tomohon kehilangan sosok terbaik,” ujarnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, kata dia, masyarakat diharapkan untuk mencintai dan peduli dengan alam dan lingkungan sekitar. "Kita harus menjaga dan melestarikan alam, agar ke depan kita terhindar dari bencana seperti peristiwa awal 2014 lalu," ungkap Eman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon Drs Robby Kalangi, SH MM mengatakan, ibadah dan kegiatan tabur bunga dilaksanakan untuk mengenang peristiwa bencana yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014. Sekaligus mengingatkan seluruh masyarakat untuk cinta dan peduli dengan alam sekitar. 

Salah satu keluarga korban di Tinoor Yul Purukan, berterima kasih atas perhatian Pemkot Tomohon. Keluarga, ungkap dia, semakin dikuatkan dengan kegiatan seperti ini. “Namun lepas dari semuanya, kami meyakini itu semua sesuai dengan rencana Tuhan. Oleh sebab itu, kami yakin ada  rencana Tuhan yang indah di balik semua peristiwa ini,” akunya.

“Kami ikhlas. Terima kasih atas perhatian pemerintah Tomohon,” lugasnya.(rino lapian)



Sponsors

Sponsors