Warga Tataaran dan Mahasiswa Papua Rekonsiliasi


Tondano, ME - Sumringah melingkupi Bukit Tonsaru.  Kesepakatan damai antara mahasiswa Papua dan masyarakat Tataaran yang sempat tertunda, akhirnya terwujud, Kamis (15/1) kemarin. Pemandangan indah itu tergambar di halaman kantor pusat Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano.

Dalam acara bertajuk rekonsiliasi tersebut, dilakukan penandatanganan kesepakatan damai antara masyarakat Tataraan dan mahasiswa asal Papua, disaksikan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS), Gubernur Papua Lukas Emenbe, perwakilan Gubernur Papua Barat, anggota DPD RI asal Sulut yakni Maya Rumantir dan Fabian Sarundajang, unsur Forkompimda Sulut, pejabat dari tiga provinsi, Bupati Minahasa Janjte Wowiling Sajow (JWS), Wakil Bupati (Wabup) Ivan Sarundanjang, pihak Unima, Forkompinda Minahasa, jajaran Pemkab Minahasa serta ribuan mahasiswa Papua dan warga Tataaran.

Gubernur Papua, Lukas Emende memberikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Sulut yang sudah menggelar kegiatan ini. Lukas meminta seluruh mahasiswa Papua yang saat ini menimbah ilmu di Tanah Nyiur Melambai, untuk bisa menjaga keamanan dan kebersamaan pasca digelarnya rekonsiliasi ini.

"Seluruh mahasiswa Papua yang menimba ilmu di Sulut, saya mintakan untuk belajar dengan giat. Biarlah apa yang telah terjadi sebelumnya, kita tingalkan. Ciptakan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal," pintanya.

Lukas menambahkan, kedatangan para mahasiswa Papua di Sulut, tidak lain untuk menuntut ilmu dan bukan untuk berfoya-foya.

"Jaga pergaulan, sebab adik-adik datang ke sini untuk sekolah. Jaga nama baik pedahulu-pendahulu kita, karena kalian merupakan penerus cita-cita bangsa. Sulawesi Utara merupakan bagian dari kita warga Papua, untuk itu saya berharap ke depan tidak akan ada lagi peristiwa seperti ini," harapnya.

Gubernur Sarundajang dalam sambutnya berharap, dengan adanya rekonsiliasi, perdamaian akan tarjalin selamanya.

"Marilah kita saling menghargai satu sama lain. Saya pun berharap, adik-adik mahasiswa asal Papua, bisa sekolah dengan baik. Rekonsiliasi akan bermanfaat bagi kita, hilangkan apa yang terjadi sebelumnya, mari kita menyatu. Silakan adik-adik menambang ilmu sedalam-dalamnya, yang tentunya untuk Tanah Papua dan Indonesia. Terima kasih kepada Gubernur Papua dan Papua Barat yang bisa berkenan hadir," terangnya.

SHS meminta seluruh pihak untuk tidak lagi ada tuntutan pasca rekonsiliasi yang dinilai sebagai totalitas. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan pemerintah Papua dan Papua Barat kepada warga Tataaran. Dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan damai, makan bersama dari hasil bakar batu yang dilakukan para mahasiswa Papua dan ditutup dengan ibadah Natal di Audotorium Unima. (joel polutu)



Sponsors

Sponsors