Foto: Kondisi mayat sangat mengenaskan saat ditemukan.
Sosok Mayat Pria Ditemukan di Perkebunan Wowolo Ratahan
Ratahan , ME - Hendrik Tololiu (46), warga Kelurahan Tosuraya Selatan, Kecamatan Ratahan, dinyatakan hilang sejak Rabu (7/1/15), akhirnya ditemukan sekira pukul 09.00 Wita, Rabu (14/1). Saat ditemukan Hendrik sudah tak bernyawa lagi dan kondisi tubuhnya mulai membusuk.
Menurut laporan saksi, Deny Emor, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Wawali Pasan, Kecamatan Ratahan, saat itu dirinya bersama dengan rekannya Agus Komalig sedang berjalan ke perkebunan Wowolo dengan tujuan mengambil buah kelapa. Saat sampai di lokasi, mencium bau busuk di sekitaran lokasi tersebut.
Mereka pun penasaran dimana bau busuk itu berasal sehingga dilakukan pencarian dengan arah yang berbeda. Akhirnya, rekannya Agus Komalig menemukan mayat tersebut yang sudah membusuk. Melihat itu, Agus pun langsung melarikan diri karena tak sanggup melihat kondisi mayat itu.
"Pi sampe di kobong iko dapa ciong bobou busu. Torang cari tahu kalau apa itu, ternyata orang yang sudah membusuk," ungkap Emor, di lokasi penemuan mayat.
Emor pun langsung menelpon ke warganya untuk memberitahukan kalau ada mayat yang telah membusuk di perkebunan tersebut. Setelah mendengar informasi, warga pun langsung melaporkannya ke pihak Kepolisian setempat yakni di Polsek Rural Ratahan.
Tak menunggu lama, Wakapolsek Ratahan, Herman Rugian bersama anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Saat mendapat laporan dari warga kami langsung meluncur ke TKP untuk memastikan adanya penemuan mayat tersebut. Kebetulan juga dalam sepekan ini pihak kami sedang melakukan pencarian warga yang hilang sehingga kami pun langsung menuju ke TKP," ujarnya, saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Ternyata, setelah olah TKP mayat tersebut adalah jasad dari Hendrik Tololiu yang telah hilang sejak pekan lalu. "Memang wajahnya sudah tidak dikenali namun kalau dilihat dari pakaian yang dipakainya memang jelas sesuai dengan laporan dari keluarga. Keluarga juga membenarkan kalau mayat tersebut adalah jasad dari Hendrik," jelasnya, seraya mengatakan, pihak keluarga pun berada di lokasi penemuan mayat tersebut.
Rugian pun memperkirakan, mayat tersebut sudah meninggal sejak 5 hari lalu. Sesuai dengan pemantauan di lokasi Hendrik diduga sempat memanjat pohon kelapa sebelum meregang nyawa karena ketika ditemukan kaki kirinya sudah patah.
"Kami menduga karena sudah kelaparan, sebelum meninggal Hendrik sempat memanjat pohon kelapa, tapi karena kondisinya sudah lemah maka diapun terjatuh sehingga kakinya mengalami patah tulang," ujar Rugian.
Dia menambahkan, sekitar 15 meter dari lokasi penemuan mayat didapati celana korban yang sudah terlepas serta ada tanda-tanda merayap di rumput. "Kemungkinan setelah terjatuh, Hendrik pun merayap di rumput untuk mencari pertolongan. Namun, karena kondisi fisiknya sudah lemah sehingga di berhenti di sebuah batang pohon cengkih hingga meregang nyawa," tuturnya.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh pihak Polsek Rural Ratahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra, Koramil, Pemerintah Kelurahan Tosuraya, Warga serta Keluarga Korban berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Setelah berhasil dievakuasi jasad tersebut dibawakan ke kediamannya untuk dilakukan ibadah pelepasan.
Keluarga Hendrik terlihat histeris karena tidak menyangka akan terjadi hal yang seperti itu. Namun, karena kondisinya sudah mengenaskan maka jenasah Hendrik tidak diturunkan lagi melainkan tetap berada di mobil ambulans untuk dimakamkan di TPU tousuraya. (robby lumi)



































