Poros Manado-Tomohon Telantar


Tomohon, ME - Satu tahun sudah bencana dahsyat menerjang poros Manado Tomohon. Ada dua titik jalan amblas, ratusan titik tanah longsor, kerugian miliaran rupiah serta enam korban jiwa, melayang dalam tragedi maut ini. Warga tak berkutik dihantam keganasan alam 15 Januari silam.

Pasca musibah ini, lontaran pernyataan menyejukkan disampaikan pemerintah untuk secepatnya merehabilitasi poros Manado-Tomohon yang porak poranda. Termasuk pembangunan dua jembatan di jalur utama. Namun, janji tinggal janji.

Hari ini, Kamis (15/1), genap satu tahun peristiwa dahsyat tersebut. Sayangnya, jalan dan jembatan tak kunjung disentuh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tomohon, Joice Taroreh, ST MSi menjelaskan, wewenang rehabilitasi poros Manado Tomohon dalam kendali Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Wilayah XI Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon tidak dapat berbuat banyak. Kata dia, yang menjadi tanggung jawab Pemkot Tomohon, hanya ruas jalan alternatif yang menghubungan Kelurahan Tinoor Satu dengan Desa Warembungan. Selain itu, ruas jalan Tangga-Tangga di Kelurahan Tinoor Dua.

“Itu bukan wewenang Pemkot Tomohon. Namun, untuk memudahkan pengguna jalan, pemerintah telah menyelesaikan pekerjaan jalan alternatif yang menghubungkan Tinoor dan Warembungan. Oleh sebab itu, pengerjaannya oleh Pak Walikota diupayakan dipercepat,” jelasnya.

Meskipun begitu, ungkap dia, informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, rehabilitasi poros Manado-Tomohon akan diawali dengan pembangunan jembatan representatif di Kilometer 13 dan Kilometer 16. Jembatan ini rusak akibat bencana yang terjadi satu tahun silam.

“Mohon masyarakat bersabar. Sebab, dibutuhkan proses dalam pembangunannya,” urai Taroreh, Selasa.

Sebelumnya, Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE Ak mengatakan, rehabilitasi dua jembatan di Kilometer 13 dan 16, akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Jika proses tender selesai dilakukan, maka dalam waktu dekat ini pengerjaannya segera dimulai. Informasi ini kami dapat dari pemerintah provinsi,” jelas Eman.

Bahkan, untuk memulai proses pembangunan jembatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara dan jajarannya dalam rangka pengaturan lalu lintas.

“Memang dari Polda Sulut sudah pernah menyampaikan kepada kami, akan menyiapkan satu kendaraan khusus yang stand by di sekitar lokasi jembatan. Demikian juga nantinya saat pembangunan jembatan akan dimulai,” jelas Eman.

Untuk itu ruas jalan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Tinoor dan Desa Warembungan, akan dimanfaatkan.

“Jalan tersebut sudah bisa dilewati dan sangat representatif,” aku Walikota Eman.

Aktifis Kota Tomohon Rolly Toreh, SH mendesak pihak BPJN untuk segera merehabilitasi poros Manado Tomohon. Sebagai poros utama yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan beberapa daerah, ruas jalan ini menjadi nadi perekonomian daerah.

“Jangan hanya janji. Tolong untuk segera diperbaiki,” lugasnya. (victor rempas)



Sponsors

Sponsors