Karangetang Masih Tebar Ancaman

Masih Berstatus Siaga


Siau, ME

Aktifitas Gunung Api Karangetang di Pulau Siau  masih belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Data yang diperoleh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Karangetang, aktifitas gunung berapi yang termasuk paling aktif di Indonesia ini tercatat masih mengeluarkan 3 kali hembusan, 22 kali guguran serta tremor vulkanik amax 0,5-5 mm.

“Dari pengamatan visual di pos pemantau ke puncak kawah utama, masih ada hembusan asap putih tipis kebiruan dengan tekanan gas sedang sampai kuat, tinggi asap 50-100 meter sinar api 10-25 meter di dalam tiang kolom asap,” jelas Ketua Pos Pemantau Gunung berapi Karangetan, Yuddia Tatipang kemarin.

Dijelaskannya, bahaya Karangetang umumnya diakibatkan awan panas serta guguran lava pijar dari kubah lava dan bahaya sekunder berupa lahar dan dengan kemiringan lereng Karangetang yang cukup tajam, sehingga mempengaruhi kecepatan luncuran awan panas ataupun guguran lava.

"Dengan jarak antar batas pantai dan pusat erupsi hanya sekira 5 Km yang didalamnya terdapat banyak pemukiman mengakibatkan potensi bahaya yang diakibatkan oleh erupsi Karangetang sangat besar mengancam penduduk khususnya wilayah yang menjadi kawasan rawan bencana,” sebutnya.

Di bagian lain, Sekda Sitaro, DR Adry Manengkey menambahkan masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap bersikap tenang namun terus meningkatkan kewaspadaan serta tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Karangetang. "Kepada warga masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan Pemda melaui BPBD dan instansi terkait lainnya,” tambah Manengkey. (haman palandung)

 

 

 

 



Sponsors

Sponsors