Ivansa 'Tolak' Pimpin PDIP Minahasa


Tondano, ME - Tensi politik di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa, jelang suksesi pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), kian membara.

Dari sejumlah nama yang mencuat ke publik, nama Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS)  dan Wakil Bupati (Wabup) Ivan Sarundajang (Ivansa), paling dijagokan untuk menahkodai Moncong Putih Minahasa.

Ivan Sarundajang kepada Manado Expres, mengaku memilih konsentrasi dalam tugasnya sebagai wakil bupati, daripada mencalonkan diri sebagai Ketua DPC PDIP Minahasa.

Di Indonesia, kata dia, ada tiga pilar penting yang tidak bisa bersinggungan. Yakni, eksekutif, legislatif dan pilar partai politik. Sebagai kader PDIP yang dipercayakan rakyat untuk menduduki jabatan eksekutif, dirinya tidak akan mengkhianati amanah rakyat dengan tidak merangkap jabatan. Alasannya, agar fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab membangun dan menyejahterakan rakyat.

Hal ini menurutnya sejalan dengan apa yang dilakukan para petinggi PDIP di pusat, Cahyo Kumolo dan Puan Maharani, yang mengundurkan diri dari jabatan partai sejak dipercayakan menjadi Menteri pada Kabinet Indonesia Hebat.

"Ke tiga pilar ini tidak bisa bersinggungan. Jadi kalau sudah menjabat jabatan eksekutif seperti saya, maka tidak bisa lagi memegang jabatan di pengurus partai. Seperti yang dilakukan oleh Puan Maharani dan Pak Tjahyo Kumolo. Setelah menjabat Menteri, mereka mengundurkan diri dari jabatan partai," cerocosnya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada pengurus partai yang telah memberikan penilaian yang baik terhadap dirinya, sehingga namanya terjaring sebagai salah satu kandidat Ketua DPC PDIP Minahasa. Ia menambahkan, jika DPP PDIP konsisten dengan tiga pilarnya, maka dirinya yakin  tidak akan masuk bursa calon ketua. Sebab, di setiap pidato politik Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, selalu menekankan tentang tiga pilar ini.

"Kalau pun nama saya dan Pak JWS tetap terjaring oleh DPP sehingga di kirim balik untuk dilakukan pemilihan Ketua DPC, saya memilih mundur dari pencalonan. Sebab , Pak JWS adalah kader terbaik PDI Perjuangan Minahasa, sekaligus Bupati Minahasa. Sangat tidak  beretika jika saya bersaing dengan beliau," urainya.

"Secara pribadi saya berterima kasih kepada teman-teman pengurus partai yang mengganggap saya kredibel untuk memimpin PDI Perjuangan Minahasa, sehingga nama saya terjaring," lugasnya. (joel polutu)



Sponsors

Sponsors