Foto: Andre Angouw
Dewan Desak BPBD Seriusi Bencana di Sulut
Manado, ME - Curah hujan tinggi yang kini menerpa Sulawesi Utara (Sulut), memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di wilayah Nyiur Melambai. Merespons hal itu, Senin (12/1), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut secara resmi menggelar hearing dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut.
Dalam rapat dengar pendapat ini, BPBD Sulut diminta terus siaga dan secara cermat merespons kondisi di lapangan.
“Pihak BPBD Sulut kami minta melakukan kinerja dengan tepat. Apalagi terkait pengiriman peralatan untuk bencana alam. Seharusnya dikaji lebih baik lagi,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sulut, Andre Angouw.
Menurutnya, semua yang terkait dengan bencana seharusnya diantisipasi.
Sementara, personil Komisi III, Edwin Lontoh, meminta kepada BPBD Sulut agar bisa berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota. Bencana tanah longsor di Sangihe juga diminta diperhatikan.
"Kami minta supaya BPBD memberi perhatian kepada korban tanah longsor yang terjadi di Sangihe," pinta Lontoh.
Menanggapi berbagai hal yang dilontarkan para wakil rakyat, Kepala BPBD Sulut, Noldy Liow, mengaku akan terus mematangkan kesiapan dan kesiagaan terhadap kondisi cuaca saat ini. Program kerja 2015 juga akan dimatangkan.
“Soal bantuan perlengkapan bencana, akan dikoordinasikan dengan Pemkab yang terkait dengan bencana,” kata Liow. (rikson karundeng)



































