Foto: Vidy Ngantung.(Ist)
Kejati Didesak Telusuri Proyek di Mitra
Ratahan, ME - Aroma busuk tercium dari pengerjaan sejumlah proyek fisik tahun 2014 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Miliaran uang negara di pembuatan jalan dan pembangunan bilik ruangan yang berasal dari DAK 2014 terkuras sia-sia karena amburadul dan terkesan asal jadi. Bahkan diduga anggarannya di mark-up dan tidak sebanding dengan pengerjaannya.
Ketua GEMA Mitra, Vidy Ngantung mengatakan, dari hasil penelusuran pihaknya di lapangan, tercium aroma tak sedap dari pekerjaan proyek-proyek di daerah ini.
"Dari sekian banyak proyek di Mitra, pekerjaan proyek jalan desa atau lebih spesifik lagi program Samisade dan DAK pendidikan berupa pembangunan bilik sekolah, patut diperiksa. Sebab hampir semua proyek di Mitra pekerjaannya tidak beres, bermasalah, dan diduga telah terjadi penyimpangan," beber Ngantung.
Olehnya, dia berharap hal ini harus mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.
"Kami minta pihak Kejati Sulut untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan proyek-proyek fisik di Mitra, baik itu yang bersumber dari APBD maupun DAK," desaknya.
Senada dengan Ngantung, Ketua Umum LSM Transparasi Sulut Donald Pakuku, juga mendesak Kejati Sulut secepatnya turun di Mitra untuk mengusut proyek-proyek tahun 2014 yang di duga tidak beres.
"Kalau bisa secepatnya. Proyek DAK di Dikpora dan proyek jalan di Dinas PU harus ditelusuri oleh Kejati. Usut tuntas dan jangan tebang pilih dalam melakukan pemeriksaan," tegas Pakuku.
Selain itu, dirinya juga meminta Kejati agar melakukan pemeriksaan terkait adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Mitra dalam proyek DAK.
"Saya minta juga pihak BPK RI perwakilan Sulut untuk melakukan audit terhadap penggunaan anggaran dan realisasi kegiatan baik itu fisik maupun pengadaan diseluruh SKPD yang ada di Pemkab Mitra," tegasnya. (jeksen kewas)



































