Banjir dan Tanah Longsor Hantam Sulut
Manado, ME - Hujan yang menguyur wilayah Nyiur Melambai sejak Sabtu (10/1), berhasil memporak-porandakan sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Bajir dan tanah longsor menerpa Kota Manado, Tomohon, Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa Tenggara (Mitra), Minahasa dan Minahasa Utara (Minut) .
Beberapa titik di Kota Tondano, Bitung, dan Minut terendam air. Di Kota Tomohon, sejumlah pohon tumbang di wilayah pemukiman warga. Di Mitra, hujan tak henti mengancam jalur penghubung di Kecamatan Touluaan Selatan yang longsor beberapa bulan silam.
Melihat tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini, di khawatirkan jalan yang menghubungkan Kecamatan Touluaan dengan kecamatan lainnya terancam amblas. Jika hal ini terjadi, 10 desa di Kecamatan itu terancam akan terisolasi. Warga pun tak bisa leluasa membawa hasil pertanian mereka ke Ratahan.
“Sepuluh Desa bakal terisolir jika jalan itu amblas seluruhnya. Untuk perbaikannya, kita masih harus menunggu Pemerintah Provinsi. Ini jalan provinsi, kami minta provinsi memperbaiki," kata Camat Touluaan Selatan, Berty Mokat, Minggu (11/1).
Bencana parah terjadi di wilayah Minsel. Tiga kecamatan diporak-poranda. Belasan rumah rusak, puluhan hektar lahan petani terendam air. Paling parah terjadi di Kecamatan Sinonsayang. Tiga rumah warga rusak parah, sembilan rumah lainya rusak ringan dan hanyut digiring air sungai Kaluntai Ongkau. Selain itu, bencana juga menyerang puluhan hektar lahan pertanian milik warga. Sejumlah areal persawahan terendam air dan diprediksi bakal mengalami gagal panen.
Tak hanya itu, bencana juga ikut menyebakan longsor di sejumlah titik. Belasan tanah longsor pun menghiasi lajur jalan Desa Tewasen-Raanan Baru-Tondey-Raanan Baru dan Toyopon, dan juga lajur jalan Desa Wakan menuju Kecamatan Motoling.
Tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Amurang Barat. Jalan penghubung Desa Pondos dan Desa Elusan tidak bisa dilalui kendaraan Sementara itu, di Kelurahan Ranomea, tiga rumah warga tertimpa tanah longsor. Dari informasi yang didapat, ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan berat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dalam kondisi ini Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu SE, langsung mengintruksikan semua jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berketerkaitan dengan masalah bencana untuk segera turun lapangan.
"Jangan ada yang diam. Semua yang berkaitan secepatnya bergerak. Khususnya untuk BPBD (Badan Penangulanan Bencana Daerah), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pekerjaan Umum. Penyaluran bantuan harus secepatnya diantar di semua titik bencana. Jangan ada yang ketinggalan," tegas Tetty melalui Kabag Humas dan Protokoler sekaligus Jubir Pemkab Minsel, Frangky Mamangkey.
Bencana tanah longsor dan banjir yang tak kalah pelik, terjadi di Kota Manado. Data menyebutkan, hingga Minggu (11/1), 9 Kelurahan terendam banjir dan 5 titik longsor ‘menghiasi’ Manado.
“Data bencana masih belum valid karena sampai saat ini (kemarin sore, red) masih terus diverifikasi BPBD dan para Camat. Kalau korban jiwa, sampai saat ini belum ada laporan dan mudah-mudahan tidak ada,” terang Sekda Kota Manado, MHF Sendoh, Minggu (11/1).
Berbagai tindakan pun langsung diambil Pemkot Manado untuk mengatasi persoalan yang terjadi. Walikota Manado, DR Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), langsung menginstruksikan kepada instansi terkait, dalam hal ini Dinas Sosial dan BPBD Kota Manado, segera bertindak membantu warga dengan mendirikan tenda, untuk dijadikan tempat pengungsian dan sebagai dapur umum, di beberapa titik.
"Saya telah menginstruksikan kepada instansi terkait agar segera bertindak, untuk segera mendirikan tenda dan dapur umum. Untuk warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar tetap siaga dan waspada, dengan curah hujan yang cukup tinggi untuk sekiranya bisa mencari tempat yang aman untuk mengungsi sementara," himbau Lumentut.
Pemerintah Provinsi Sulut juga tampak bergerak. Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil, Minggu (11/1), sekira pukul 11.00 Wita, langsung menggelar rapat koordinasi dengan beberapa instansi teknis.
“Rapat dilakukan terkait langkah pemerintah provinsi dalam penanganan bencana. Semua pimpinan SKPD langsung diturunkan ke lokasi bencana membantu masyarakat,” terang Kepala Biro (Karo) Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Pemprov Sulut, Jimmy Ringkuangan. (tim me)



































