'Manado Status Tanggap Darurat'


Manado, ME - Status Tanggap Darurat Bencana resmi diberlakukan di Kota Manado mulai Minggu (11/1) kemarin. Hal itu diungkapkan langsung Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, kemarin.

”Mulai Minggu 11 Januari 2014, status Manado sudah menjadi status tanggap darurat. Kondisi ini berlaku sekitar satu minggu lamanya,” tandas Lumentut.

Menurut Lumentut, saat meninjau lapangan, ternyata kondisi masyarakat sangat membutuhkan berbagai bantuan.

“Setelah turun langsung ternyata warga yang jadi korban banjir, rumah mereka penuh lumpur dan tentu mereka lelah membersihkan semua sisa lumpur tersebut. Saya sudah sejak Sabtu malam memerintahkan Camat dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk memberikan bantuan berupa makanan siap saja, serta meminta warga di sekitaran DAS untuk mengungsi,” terang Lumentut.

Dijelaskan Walikota, ada beberapa sungai yang tanpa diduga telah membawa efek banjir, di antaranya sungai Buha dan sungai Bailang.

“Memang yang menjadi ukuran kita adalah sungai Komo Dendengan Luar. Kita dapat mengukur kekuatan curah air dari DAS Tondano melalui sungai ini,” ungkapnya.

“Bagi saya, lebih baik mengantisipasi dengan meminta masyarakat mengungsi atau melakukan evakuasi daripada luapan air yang mengakibatkan korban jiwa dan korban materi yang lebih besar,” sambung Lumentut. (sonny dinar)

Foto:  Walikota GSV Lumentut pantau kondisi masyarakat di lokasi pengungsian.

‘Manado Status Tanggap Darurat’ /// jdl
Manado, ME
Status Tanggap Darurat Bencana resmi diberlakukan di Kota Manado mulai Minggu (11/1) kemarin. Hal itu diungkapkan langsung Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, kemarin.
”Mulai Minggu 11 Januari 2014, status Manado sudah menjadi status tanggap darurat. Kondisi ini berlaku sekitar satu minggu lamanya,” tandas Lumentut.
Menurut Lumentut, saat meninjau lapangan, ternyata kondisi masyarakat sangat membutuhkan berbagai bantuan.
“Setelah turun langsung ternyata warga yang jadi korban banjir, rumah mereka penuh lumpur dan tentu mereka lelah membersihkan semua sisa lumpur tersebut. Saya sudah sejak Sabtu malam memerintahkan Camat dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk memberikan bantuan berupa makanan siap saja, serta meminta warga di sekitaran DAS untuk mengungsi,” terang Lumentut.
Dijelaskan Walikota, ada beberapa sungai yang tanpa diduga telah membawa efek banjir, di antaranya sungai Buha dan sungai Bailang. “Memang yang menjadi ukuran kita adalah sungai Komo Dendengan Luar. Kita dapat mengukur kekuatan curah air dari DAS Tondano melalui sungai ini,” ungkapnya.
“Bagi saya, lebih baik mengantisipasi dengan meminta masyarakat mengungsi atau melakukan evakuasi daripada luapan air yang mengakibatkan korban jiwa dan korban materi yang lebih besar,” sambung Lumentut. (sonny dinar)



Sponsors

Sponsors