Foto: Foto: Air yang sempat merendam wilayah Banjer, seputaran simpang empat ke arah Pomorow.
Terkait Banjir, Ekonom Kritisi Pemerintah
Manado, ME
Bencana banjir yang kembali menerjang sebagian Kota Manado, sudah diprediksi sebelumnya. Namun, pemerintah dinilai belum menyentuh titik persoalan penanganan banjir.
"Membangun hanya untuk dihabisi banjir. Pemerintah cepat lupa bencana. Semestinya pemerintah memperjuangkan pengerukan sungai karena pendangkalan sudah luar biasa," kata pengamat Ekonomi Agus Poputra kepada Manado Express, Minggu (11/1).
Poputra juga meminta pemerintah perlu serius mengeruk danau Tondano karena pendangkalan membuat daya tampungnya menjadi sangat terbatas.
"Bila ini tidak dibuat maka setiap tahun banjir akan selalu terjadi," katanya seraya menyebut dana kompensasi Rp. 3,6 jt per keluarga korban banjir hanya sia-sia karena kerugian banjir jauh lebih besar.
Ekonom dari Universitas Sam Ratulangi ini justru menilai pemerintah kerap memanfaatkan banjir sebagai sumber lain mendapatkan 'keuntungan' dari berbagai proyek yang dibangun pasca bencana.
"Sebagian masyarakat menganggap pemerintah menjadikan banjir sebagai proyek yang sulit dideteksi penyelewengannya," ujarnya penuh makna. (raimon sumual)



































