Foto: Foto : Sekda Minsel, Kapolres Minsel dan Camat Sinonsayang langsung melakukan peninjauan di lokasi bencana di Desa Boyong Pante, Sinonsayang.
Bencana "Terjang" 3 Kecamatan di Minsel
Belasan Rumah Rusak, Puluhan Hektar Lahan Tani Terendam
Amurang, ME
Awan gelap menerpa Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di awal tahun 2015 ini. Bencana besar melanda sejumlah wilayah di tanah ‘Cita Waya Esa’. Sedikitnya tiga kecamatan di wilayah Minsel diterjang bencana alam.
Paling parah terjadi di Kecamatan Sinonsayang. Tiga rumah warga rusak parah dan sembilan rumah lainya rusak ringan dan hanyut digiring air sungai Kaluntai Ongkau.
Selain itu, bencana juga menyerang puluhan hektar lahan pertanian milik warga. Sejumlah areal persawahan terendam air dan diprediksikan bakal mengalami gagal panen.
Warga Boyong Pante ketika dimintai keterangan mengatakan, tanaman padi bisa diselamatkan bila genangan air di lahan surut. Namun, tanaman yang berumur lebih dari dua minggu dan terkena genangan air berpotensi mengalami kerusakan.
”Kalau air tidak akan surut padi-padi tersebut akan rusak. Apalagi kalau hujannya tidak berhenti, berarti padi-padi tersebut terancam gagal panen,” jelas Welem, salah satu petani padi di Desa Boyong Pante.
Banjir menghanyutkan benih padi yang akan ditanam. Hal tersebut juga dialami oleh petani lainnya yang baru menanam bibit padi belum lama ini.
”Semalam saya turun ke sawah mencari benih yang hanyut. Tetapi upaya saya tidak berhasil karena airnya begitu besar dan sampai setinggi satu meter. Makanya saya bingung, harus menanam padi tetapi menyebar benih lagi,” ujarnya dengan nada menyesal.
Tak hanya itu, bencana juga ikut menyebakan longsor di sejumlah titik. Belasan tanah longsor pun menghiasi lajur jalan Desa Tewasen-Raanan Baru-Tondey-Raanan Baru dan Toyopon, dan juga lajur jalan Desa Wakan menuju Kecamatan Motoling.
Dalam kondisi ini Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE langsung mengintruksikan semua jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berketerkaitan dengan masalah bencana untuk segera turun lapangan.
"Jangan ada yang diam. Semua yang berkaitan secepatnya bergerak. Khususnya untuk Badan Penangulanan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans), Dinas Pekerjaan Umum (PU). Penyaluran bantuan harus secepatnya diantar disemua titik bencana. Jangan ada yang ketinggalan," tegas Tetty melalui Kabag Humas dan Protokoler sekaligus Jubir Pemkab Minsel Frangky Mamangkey.
Kepala Dinas Sosnakertrans Minsel Jeffry Prang MAP ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya (Sosnakertrans, red) telah melakukan penanganan, dengan bantuan tanggap darurat berupa beras, ikan kaleng, mie instan dan snack dan lain lain.
"Ketika ada laporan tim kami langsung turun lapangan melakukan kroscek, dan selanjutnya langsung melakukan penyerahan bantuan," jelasnya.
Dikatanya lagi bantuan ini masih berupa sementara. Karena masih bersifat bantuan tanggap darurat.
"Ini pasti akan dilaporkan di pemerintah pusat berapa total kerugian yang dialami warga yang mengalami musibah ini," tandas Prang.
Namun sayangnya hingga berita ini turun pihak Badan Penangulanan Bencana Minsel belum bisa dimintai keterangan. Ketika dihubungi via ponsel di nomor 085212516xxx sedang tidak aktif. (revel maliangkay)



































