Aktifis Siap Kawal Rehab Jembatan KM 13 dan 16


Tomohon, ME

Peran jembatan Kilometer 13 dan Kilometer 16 di Kelurahan Tinoor Dua, sangat urgen. Sebagai poros utama penghubung sejumlah daerah dengan ibu kota provinsi, rehabilitasi dua jembatan yang dibangun pasca bencana alam 15 Januari 2014, mendesak dilakukan.

Pengamat hukum dan pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut) Rolly Toreh, SH mengapresiasi niat pemerintah untuk membangun dua jembatan ini. Namun, kata dia, diperlukan pengawasan ekstra dari semua elemen masyarakat, agar kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi.

“Rehabilitasi jembatan oleh pemerintah akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selama ini yang terjadi, kemacetan sering menghiasi ruas jalan ini. Alasannya, pengendara harus ekstra hati-hati untuk melintas. Imbas yang ditimbulkan, peredaran barang dan jasa tersendat,” jelasnya, Sabtu (10/1).

Untung saja, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon telah merenovasi jalan alternatif di Kelurahan Tinoor menuju Warembungan. Sehingga, menjadi alternatif untuk dilalui. Jika tidak, ancaman kemacetan dengan jarak puluhan kilometer, tak bisa dihindari.

“Jika benar segera diperbaiki, mari kita sama-sama mengawasi. Karena, semuanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Kami juga akan memantau langsung,” cerocosnya.(victor rempas/media sulut)



Sponsors

Sponsors