Foto: Taufik Tumbelaka
Taufik Sorot Humas, Watania Minta Maaf
Manado, ME
Tak hanya proses penjemputan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Robert Blake di Sulawesi Utara yang disorot oleh Taufik Tumbelaka. Pemerhati politik dan pemerintahan Sulut itu juga mengkritisi kinerja Humas Pemprov Sulut.
Itu menyusul kebijakan Humas Pemprov yang hanya mengundang media tertentu dalam peliputan kunjungan Dubes dari negeri Paman Sam itu.
Corong Pemprov itu pun dinilai telah melakukan diskriminasi terhadap media. “Tak mungkinlah pihak Kedubes AS tahu soal seluruh media di Sulut. Jadi kalau hanya segelintir media yang diundang untuk meliput, itu bisa saja telah diarahkan oleh pihak tertentu. Ini patut ditelusuri,” beber Taufik kepada sejumlah wartawan.
Ia meyakini di negara Amerika tidak melakukan diskriminasi terhadap media. Presiden Barrack Obama dinilai sangat welcome dengan pers. Begitupula dengan Presiden Jokowi. Termasuk Gubernur SHS. “Biasanya dalam kunjungan seperti ini selalu ada Press Conference resmi. Apalagi ini kunjungan diplomatik,” ingatnya.
Dari sini Humas Pemprov berperan. Sebagai instansi yang berkompeten, Humas harusnya mengambil sikap bijaksana untuk menjembatani antara insan Pers dengan Dubes Amerika. Apalagi 2015 ini merupakan tahun politik dan merupakan akhir masa jabatan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang.
“Ingat, insan Pers merupakan pilar ke empat dalam negara. Melalui informasi media, rakyat bisa mengetahui tentang segalanya. Makanya harus ada komunikasi aktif antara nara sumber dengan pemburu berita, bukannya harus melulu disuguhi press release,” papar jebolan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.
“Saya berharap diakhir masa jabatannya, SHS bisa happy ending. Salah satu cara yakni merangkul semua insan Pers dan bermitra secara profesional. Disini dituntut peran aktif Humas untuk menjembataninya. Jangan membuat peta konflik dengan Media,” timpalnya.
Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Dra Lynda Watania, yang dikonfirmasi secara terpisah, mengklaim pihak Kedubes sendiri yang sudah terlanjur menghubungi beberapa media untuk melakukan liputan kunjungan Dubes Robert Blake. ”Tapi kalaupun mau pressconference resmi akan saya usahakan,” janjinya.
Ia pun mengaku menerima kritik yang dilayangkan oleh Taufik dan insane Pers Sulut. “Saya atas nama Jajaran Pemprov Sulut minta maaf pada insan pers atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih atas masukkannya. Yang pasti kita akan berbenah,” tandas Watania yang didampingi Kabag Humas Drs Yahya Rondonuwu. (aldy rorong)



































