Foto: Kota Bitung diproyeksi menjadi kawasan ekonomi khusus yang setara bahkan melampaui Batam
Pusat Kucur Rp200 Milyar untuk Tahap Awal KEK Bitung
KEK Mulai 'Action'
Manado, ME
Asa pemerintah provinsi Sulut dibawah komando Gubernur SH Sarundajang merealisasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung melenggang mulus. Gelontoran dana dari pusat bakal mengalir ke KEK pada 2015 ini. Investor dari luar negeri mulai 'cari muka' memuluskan proposal ke dewan pengelola.
“Bantuan dana yang dikucurkan pusat dalam hal ini dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI sebesar Rp 200 miliar diperuntukan untuk tahap awal pembangunan KEK Bitung,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Jenny Karouw. kepada wartawan, Rabu (07/01) kemarin.
Dia menuturkan untuk tahap awal pembangunan KEK ini, meliputi pembukaan lahan infrastruktur jalan menuju ke lokasi KEK tersebut. “Pembuatan infrastrutur jalan dengan tugu masuk ke lokasi KEK Bitung, bukan tidak hanya sedikit anggaran yang akan dikeluarkan, sehingga Kemenperin memberikan bantuan sekitar Rp200 miliar untuk tahap pertama,” ujarnya.
Anggota Tim Kelompok Kerja (Pokja) KEK Bitung, Dr Joubert Maramis menambahkan, KEK yang diidamkan masyarakat Sulut ini, sebenarnya diinginkan Kemenperin segera beroperasi. “Tahap awal ini pembangunan KEK Bitung sebesar 92 hektar. Itu yang diinginkan pemerintah pusat,” timpalnya.
Maramis menyebutkan sebelum pusat mengucurkan dana sebanyak Rp200 miliar, telah ada dana yang dialokasikan dalam APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Sulut, yakni sebesar Rp5 miliar.
“Dalam Undang-undang yang mengatur KEK, tiga tahun setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden KEK Bitung harus segera beroperasi,” katanya.
Dewan KEK Bitung telah terbentuk, di mana ketuanya adalah Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang. Saat ini Dewan KEK tersebut sedang berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bitung untuk lahan awal karena masuk dalam daerah Kota Bitung.
KEK Bitung merupakan program jangka panjang hingga 20 tahun ke depan yang berada di atas lahan seluas 534 hektar. Saat ini sudah banyak investor dari luar negeri yang ingin masuk ke KEK ini, seperti dari Korea dan Tiongkok. "Investor dari Korea yang berpeluang besar," katanya.(raimon/ms)



































