Foto: Frans, Warga Lahendong
Warga Desak Penyesuaian Tarif Angkutan di Tomohon
Tomohon, ME
Pasca pemerintahan Jokowi-JK menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 Januari 2015, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, tak kunjung melakukan penyesuaikan tarif angkutan.
Warga Lahendong, Frans, berharap Pemkot Tomohon segera menyesuaikan tarif angkutan umum. Sebab, menurut dia, dampaknya sangat dirasakan masyarakat banyak.
“Saya berharap Pemkot Tomohon segera merespon penurunan harga BBM, dengan menyesuaikan tarif kendaraan umun. Jangan menunggu lagi. Karena, pemerintah pusat sudah menurunkan harga BBM,” keluh Frans, Minggu (4/1).
Selain itu, tegas Frans, pemerintah diharapkan memberikan teguran bagi supir trayek Beriman-Lahendong yang disinyalir menarik tarif angkutan melebihi penetapan pemerintah (penetapan pasca kenaikan bbm). “Tarif yang diminta saat ini Rp6 ribu padahal semestinya Rp5500,” ketus Frans
Diketahui, per tanggal 1 Januari 2015, tarif premium turun menjadi Rp7600 dari Rp8500 per liter. Selain itu, minyak tanah menjadi Rp2500 per liter. Sementara, untuk solar menjadi Rp7250 dari sebelumnya Rp7500 per liter.(micky ratag)



































