Sangadi Loyow Bersama 45 Warga Dimintai Keterangan
Tuty Bantah Dirinya Mangkir Panggilan Polisi
TUTUYAN, ME : Konserfasi Flora dan Fauna yang dilakukan ditanah Hutan Tanam Produksi (HTP) Desa Loyow Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongonfow Timur (Boltim), jelas telah melanggar. Pelanggaran yang dimaksudkan adalah, mereka (Perusahaan,red) melakukan konserfasi ditanah milik negara yang dilindungi daerah.
Berdalih ganti rugi lahan kepada warga, pihak perusahaan yang belum jelas diketahui namanya tersebut, telah dipanggil pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Nuangan, untuk dimintai keterangan. Sayangnya, Ibu Tuti selaku bagian pembayaran lahan kepada warga mangkir dalam panggilan Kepolisian pada sabtu pekan lalu.
Kapolsek Nuangan Iptu Sudario B Harjo saat dikonfirmasi mengatakan, telah melakukan investigasi dilapangan terkait permasalahan HTP ini.
"Kami sudah memanggil 45 warga desa untuk dimintai keterangan. Dari 45 warga Loyow dan Matabulu, baru hadir 23 orang termasuk Sangadi (Kepala desa,red). Masih ada 22 orang lagi yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan,"ujar Sudario, Selasa (13/5/14).
Sementara, Ibu Tuti saat dikonfirmasi Wartawan membantah jika dirinya mangkir dalam panggilan polisi.
"Saya bukanya mangkir, tapi saya izin untuk pulang ke manado. Dan sebelumnya saya sudah ada pemberitahuan pada Kapolsek, bahwa saya akan pulang karena tidak ada aktivitas setiap hari sabtu," jawab Tuty.
Bahkan dia menambahkan, kegiatan konserfasi ini sangat baik untuk melindungi hutan.
"Kami disini melakukan perlidungan Hutan. Satwa-satwa dan tumbuhan yang ada didalam, akan dilindungi bukan untuk dirusak. Meski kegiatan itu ditanah milik negara yang dilindungi oleh daerah. Coba silahkan buka blog Wiliamsmith.com semua tertera disitu," singkat Tuty.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Boltim Sony Waroka. Dikatakannya, akan memanggil perusahaan Kurang Jelas (Kj) itu, untuk dimintai keterangan terkait aktivitas yang akan mereka lakukan di HTP tersebut.
"Jika tidak ada halangan, Rabu (hari ini,red), Dinas akan memanggil mereka untuk dimintai klarifikasi,"tegas Sony. (Rahman)



































