Perjalanan 30 Personil DPRD Bolmong Tuai Kecaman


Bolmong, ME


Berdalih Bimbingan Teknis (Bimtek), 30 personil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali gunakan uang rakyat untuk plesir. Tak pelak kebiasaan plesir legislator Bolmong ini menuai kritikan dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolmong, Suryadi Mokoagow.

“Kalau begini terus, lebih baik para legislator Bolmong membangun kantor saja di Jakarta, agar tidak menghambur-hamburkan uang rakyat,” sindir Mokoagow, Jumat (23/11).


Hal senada disampaikan Ketua HMI Cabang Bolmong, Eko Satrio Paputungan. Katanya, penghamburan uang rakyat dan negara oleh para legislator harus dihentikan. “Jangan sampai SPPD itu digunakan hanya untuk menambah pendapatan saja, sehingga setiap bulannya pelesir ke Jakarta,” kata Eko .


Eko pun menantang para legislator Bolmong tersebut untuk bisa mempersentasekan hasil yang didapat dari Bimtek di ruang terbuka. “Setiap habis Bimtek dan kunjugan kerja seharusnya dipresentasikan di depan masyarakat umum. Karena, hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban moral,” ketus Eko.


Ketua DPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa kunjungannya ke Jakarta untuk menghadiri penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antar ketua-ketua DPRD se-Indonesia, dengan Majelis Permusyawarayan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) tentang empat pilar kebangsaan. “Kegiatan tersebut sudah selesai dan kami sudah akan balik ke Bolmong,” tutur Mangkat.


Sementara untuk 29 anggota lainnya, lanjut Mangkat, akan mengikuti Bimtek peraturan menteri keuangan (Permenkeu) tentang dana transfer daerah, pengawasan anggaran dan perjalanan dinas. “Kemungkinan Bimtek tersebut akan berlangsung  tiga sampai empat hari dan sudah dimulai sejak Rabu kemarin,” tandas Mangkat.(siswanto p. nua)

Foto: Ketua DPRD Bolmong, Abdul Kadir Mangkat



Sponsors

Sponsors