Harga Kopra Anjlok, Petani Kecewa
Tutuyan, ME
"Saya sungguh sangat kecewa, dengan wakil rakyat yang ada di Sulawesi Utara. Dimana harga kelapa pada saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Para motor perjuangan rakyat ada di tangan para Anggota Dewan baik itu di Daerah, Provinsi maupun itu di pemerintahan RI. Adakah perjuangan yang anda tunjukan pada masyarakat petani kelapa?. Ataukah para wakil rakyat itu hanya duduk diam melihat penderitaan rakyat, saya sungguh sangat kecewa dengan hal ini."
Seperti pengakuan pengusaha kopra di atas, Syane Limo, warga masyarakat Desa Dodap, mengatakan dengan turunnya harga kopra kali ini membuat para petani sendiri bingung akan berbuat apa lagi. Untuk sekarang ini harga kopra per kilo 1500, karena itu dengan harga demikian para petani kopra sendiri berharap kepada pemerintah baik di Bolaang Mongondow Timur sendiri maupun di provinsi agar bisa memperjuangkan nasib para petani kelapa.
"Katanya daerah kita itu kaya dengan hasil kelapa, tetapi masih adakah para pejuang untuk memperjuangkan para petani kelapa. Untuk harga cengkih sekarang ini telah meroket ke harga seratus tiga puluh ribu. Kalau dibandingkan dengan harga kopra saat ini sudah jauh sekali, karena itu kami mengharapkan agar para wakil rakyat bisa memperjuangkan aspirasi rakyat kecil,” ujarnya Syane.
Tambahnya, harga kopra yang hanya 1500/Kg ini membuat para petani kopra pasrah, ditambah lagi saat ini harga BBM telah naik, kendaraan saya yang dipakai untuk mengangkut kopra untuk di bawah ke perusahaan minyak yang ada di Amurang membuat saya pribadi juga berpikir bisa saja usaha saya ini akan hancur. Karena BBM sudah naik tambah lagi harga kopra turun membuat saya pribadi berpikir bisa saja saya akan berhenti menjadi pembeli kopra yang ada di Boltim," tutupnya. (Rahman Igirisa)
Foto : Ilustrasi Kopra



































