Sampah Banjir di Manado Capai 100 Ribu Meter Kubik


MANADO : Banjir yang terjadi di Manado menyebabkan jumlah sampah meningkat. Usai banjir, sampah mencapai 100 ribu meter kubik.

 

"Biasanya produksi sampah Manado itu hanya sekitar 1.500 meter kubik per harinya, tetapi bencana membuat sampah bertumpuk di Manado," kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut di Manado, Selasa (28/1/2014).

 

Lumentut mengatakan, sampah-sampah tersebut berasal dari rumah tangga serta dibawa oleh air dari daerah hulu sungai, seperti kayu-kayu gelondongan dan batang-batang pohon. "Karena itu maka sekarang yang terlihat adalah tumpukan sampah di mana-mana, apalagi 86 ribu rumah di Manado yang terkena bencana itu hampir seluruh isi rumah rusak dan menjadi sampah," katanya.

 

Meski begitu, Lumentut mengatakan, upaya pembersihan dan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir tetap dilakukan, malah makin gencar dengan bantuan TNI, Polri serta organisasi pemuda, kemasyarakatan serta kelompok masyarakat umum.

 

Ia menjelaskan, sampah diangkut dari permukiman penduduk dan kawasan perkantoran serta pertokoan. Sampah ditumpuk di satu tempat dan diangkut dengan menggunakan kendaraan khusus.

 

"Kami menggunakannya alat-alat berat seperti loder, eksavator dan lainnya, untuk mempermudah kerja mengangkut sampah yang ada, agar dapat dibawa ke TPA," katanya.

 

Ia menambahkan sampah akibat banjir tersebut dibawa ke TPA Sumompo, yang dibuka 1x24 jam, untuk mempercepat proses pembersihan kota, dari sampah akibat banjir. Akibat banjir dan tanah longsor di Manado, 86 ribu orang menjadi korban dan harus mengungsi, sembilan orang meninggal dunia, 800 anak dan balita menjadi korban, 10 ribu rumah rusak, dan ratusan gedung sekolah rusak.(mdk)



Sponsors

Sponsors