Kota Payakumbuh Belajar Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Manado


Manado, ME : Pemerintah kota Payakumbuh, provinsi Sumatera Barat, yang dipimpin oleh Wakil Walikota Payakumbuh, Drs. Suwandel Muchtar, MM, didampingi Wakil Ketua DPRD kota Payakumbuh, Sudirman Rusda; Kepala Kejari kota Payakumbuh, Hasbih, SH; Dandim 0306/50 kota Payakumbuh Letkol Trisno Widodo dan tim yang berjumlah 34 orang, menyambangi kota Manado, Kamis (7/11/2013). Tim diterima Walikota Manado Vicky Lumentut diruang Toar dan Lumimuut pemkot Manado.

 

“Mewakili warga dan pemerinyah kota Manado, saya ucapkan selamat datang dan semoga betah dengan pesona wisata Bunaken serta kuliner yang ditawarkan kota Manado,” kata Walikota.

 

Wakil Walikota Payakumbuh pun menjelaskan maksud kunjungan rombongan pemkot Payakumbuh. “Maksud kunjungan kami adalah untuk menjalin tali silaturahmi dan untuk menggali informasi mengenai kerukunan umat beragama. Karena masalah keagamaan di payakumbuh sangat sensitif dan bisa memicu perpecahan, meski dalam tatanan kehidupan di Payakumbuh sangat damai,” tandas Wawali Payakumbuh.

 

Selain itu rombongan pemkot Payakumbuh melontarkan pertanyaan mengenai cara penanggulangan konflik agama, proses pendirian rumah ibadah dan perkawinan beda agama.

 

Walikota menjelaskan, toleransi antar umat beragama dan peran serta tokoh-tokoh agama serta Forum Kerjasama Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA).

 

“Tatanan kehidupan masyarakat kota Manado dilandasi oleh toleransi yang sangat tinggi. Sebagai contoh saat bulan puasa pemkot Manado mengadakan safari ramadhan dan begitu juga sebaliknya saat natal mengadakan safari natal, yang mengunjungi mesjid atau gereja yang ada di kota Manado.Toleransi beragama ini juga bisa dilihat saat perayaan-perayaan besar keagamaan. Saat perayaan idul fitri, umat kristen dan umat agama lainnya ikut dilibatkan buat menjaga keamanan saat berlangsungnya sholat ied. Begitu juga sebaliknya saat perayaan natal, umat muslim dan umat agama lainnya menjaga kondisi keamanan jalannya ibadah di gereja-gereja,” jelas Walikota.

 

“Ini juga berkat peran serta tokoh agama yang ikut mendamaikan hati umat saat menjumpai isu-isu atau permasalahan-permasalahan yang bisa menyebabkan konflik,” tambah Walikota.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini adalah tokoh-tokoh agama kota Manado yang tergabung dalam Forum Kerjasama Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA).

 

Editor : Randy



Sponsors

Sponsors