Chandra Diduga Tewas Diterjang Peluru Aparat
Massa Poyowa Kecil Mengamuk dan Caci Maki Polisi
Kotamobagu, ME
Ketegangan antara Desa Poyowa Kecil dan Kelurahan Mongondow semakin tak kondusif. Situasi mencekam pasca pecahnya pertikaian berdarah Minggu (11/11) malam, terus berlanjut. Siang tadi, (Selasa, 13/11), seusai pelepasan jenazah korban tewas, Chandra Suoth (16), keluarga korban dan beberapa warga Poyowa Kecil mengamuk dan meneriaki aparat kepolisian dengan kata-kata cacian dan makian.
Kemarahan mereka dipicu dugaan kematian Chandra akibat tembakan aparat Polres Bolmong. "Kalian yang membunuh, menembak warga kami dan membiarkan warga Mongondow untuk menyerang kami," teriak massa yang tampak mulai mendekati barikade yang dibentuk aparat kepolisian.
Lam Lensun, salah satu warga yang berhasil diwawancarai manadoexpress.com di dilokasi mengungkapkan kekecewaan mereka kepada pihak kepolisian yang menembaki warga Poyowa Kecil. "Mana kepolisian yang dibilang sebagai pengayom, kenapa menembaki kami? Memukul kami, dan menangkap warga Poyowa Kecil? Sementara pelaku penikaman terhadap warga kami dibiarkan. Kami meminta polisi yang melakukan penembakan untuk diadili dan dipecat,” kata Lam sembari menjelaskan kronologi kejadian pada Minggu (11/11) malam lalu.
Lam mengaku, ia bersama beberapa warga melihat ada anggota polisi yang melepaskan tembakan ke arah mereka di malam pertikaian terjadi. Diantara beberapa polisi yang terlihat, diduga ada salah satu perwira Polisi Polres Bolmong berinisial BT alias Batrin ikut melepaskan tembakan ke arah warga Poyowa Kecil. "Kami tahu dia (BT, red) warga Mongondow, jadi dia membantu dan ikut menembak. Dari penglihatan saya dan kawan-kawan dia melakukan tembakan sekitar 3 kali di udara lalu mengarahkan kepada kami," terang Lam.
Lam mengklaim, penembakan dari anggota Polres Bolmong-lah yang menewaskan Chandra. "Hasil autopsi yang kami ketahui terdapat 2 luka tembakan di dada bagian kanan. Kami sangat yakin bahwa itu merupakan peluru dari kepolisian. Soalnya, massa Poyowa dan Mongondow tidak berhadapan langsung melainkan jarak jauh (saling lempar, red)," tambah Lam.
Mewakili kelompoknya, Lam meminta warga Poyowa Kecil yang ditahan Polres Bolmongh segera dilepas. Ia juga meminta aparat polisi yang melepaskan tembakan ke arah kumpulan massa ditahan dan diadili. "Karena kami akan tetap melakukan pembalasan. Kami meminta agar Polres melepaskan Hendi yang ditahan, lalu mengadili pelaku penembakan dan menuntaskan persoalan penikaman oleh warga Mongondow terhadap warga kami beberapa waktu lalu," tegas Lam.
Sementara itu, pihak Polres Bolmong melalui Kapolres Bolmong, AKBP Enggar Brotoseno ketika dikonfirmasi terkait penembakan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya belum secara jelas mengetahui kematian dari Chandra diakibatkan tembakan. "Saya belum menerima hasil autopsi," singkat Enggar.
Enggar menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengamanan di kedua tempat tersebut. "1 x 24 jam anggota akan melakukan pengamanan di desa Poyowa dan Kelurahan Mongondow untuk menciptakan kondisi kembali normal sambil melakukan langkah-langkah perdamaian untuk kedua pihak yang bertikai," pungkasnya. (tr5/yadi mokoagow)
Foto: Chandra Suoth, remaja Poyowa Kecil tewas dengan luka menganga di bagian dada saat pertikaian terjadi Minggu (11/11) malam. (ist)



































